SINGARAJA, BALI EXPRESS - Upaya penanaman pohon yang dilakukan Kodim 1609/Satya Bhakti Wirotama, Buleleng merupakan salah satu langkah perawatan lahan kritis.
Penanaman dilakukan Kamis (7/12) pagi dengan menyasar hutan desa di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Hutan desa di Ambengan masuk ke dalam kategori lahan kritis, sebab sebagian kawasan hutan minim pohon resapan air. Perawatan yang hutan itu pun secara berkelanjutan dilakukan dengan penanaman rutin.
Reboisasi ini juga melibatkan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) desa Ambengan, perangkat desa hingga pelajar dan warga.
Dandim 1609/Satya Bhakti Wirotama, Letkol Kav. Angga Nurdiyana mengatakan, selain sebagai salah satu upaya antisipasi bencana alam saat hujan, penanaman pohon ini juga dimaksudkan untuk memulihkan hutan desa. Hutan desa Ambengan tergolong lahan kritis yang harus mendapatkan perawatan khusus. Jika tidak ditangani dengan serius, maka hutan desa akan gundul dan berpotensi menjadi penyebab bencana alam, seperti longsor dan banjir bandang.
"Kami berharap dapat menyumbangkan udara untuk mengurangi emisi karbon. Mengingat iklim saat ini tidak menentu. Untuk itu kami memilih kegiatan penanaman pohon di desa Ambengan. Karena desa ini merupakan wilayah penyangga di Buleleng. Hutan desa ini juga masuk wilayah kritis," kata dia.
Pohon-pohon yang ditanam merupakan pohon resapan air. Disamping itu juga ditanam tanaman buah. Pohon-pohon buah itu selain sebagai media resapan, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan.
"Semoga kegiatan ini bisa simultan. Tidak hanya hari ini saja tapi juga sebelumnya sudah melakukan hal serupa dengan melibatkan masyarakat juga. Bukan hanya menjadi langkah pelestarian saja tapi juga edukasi," ujarnya.
Hutan Desa Ambengan memiliki luas sekitar 354 hektar. Hutan itu berbatasan dengan hutan desa Wanagiri dan hutan desa Gitgit di Kecamatan Sukasada. Dari luas hutan tersebut, sebanyak 40 persen telah terkelola dengan tanaman yang bernilai ekonomis. Sedangkan sisanya tetap dijaga sebagai hutan lindung.
"Musim penghujan ini adalah waktu yang tepat untuk kegiatan ini. Ada alpukat, cempaka, Kelengkeng hingga durian. Nanti untuk pemeliharaan pohon-pohon ini kami akan selalu pantau perkembangannya," ujar Ketut Agus Kusmawan, Ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Desa, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana