GIANYAR, BALI EXPRESS – Jembatan di atas Vihara Amurva Bhumi Jalan Raya Wisma Gajah Mada, Kecamatan Blahabatuh, Gianyar, Bali akhirnya dibongkar.
Sebelumnya, jembatan yang dibangun zaman kolonial Belanda itu miring akibat tali sling jembatan putus.
Pembongkaran dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wilayah Jawa-Bali. Pembongkaran secara bertahap mulai Minggu, 10 Desember 2023.
Seorang petugas pengawasan penanganan jembatan tali sling putus ini, Putu Griya Adiputra ditemui di lokasi mengatakan, proses pembongkaran dilakukan secara bertahap dengan memotong jembatan menjadi bagian kecil.
“Dipotong 1, 2 meter, secara bertahap, untuk menghindari jembatan jatuh, yang dilakukan dengan hati-hati dan bertahap oleh petugas yang ahli di bidangnya,” kata Adiputra, Minggu sore.
Dikatakannya, pemotongan dilakukan mulai dari sisi timur dengan mengikat jembatan ke sisi jembatan yang baru agar tidak jatuh ke bangunan wihara yang ada di bawahnya.
“Proses pengerjaan tidak bisa dilakukan sehari hari ini saja, bisa sampai satu minggu karena membutuhkan waktu dan ketelitian, terlebih tali slingnya putus, selain itu jalan sebaiknya ditutup sebagian untuk mempermudah proses pembongkaran jembatan,” tambahnya.
Jembatan gantung yang dibangun sekitar tahun 1908 silam itu, mengalami kemiringan dari posisi aslinya.
Rangka jembatan dengan panjang sekitar 60 meter dan lebar 5 meter itu sebagian sudah mulai keropos.
Demi keamanan, kepolisian telah memasang garis polisi di sekitar jembatan, utamanya pintu masuk wihara.
Sebelumnya, juru kunci Vihara Amurva Bhumi Tjwa Sin Liang mengungkapkan tali sling jembatan putus ada pada bagian sisi barat jembatan gantung saat turun hujan deras.
“Yang terputus tali sling yang selatannya, sedangkan yang utara masih utuh dan kuat. Namun demikian ini sangat mengkhawatirkan, sehingga kami tutup sementara viharanya,” jelas Liang, Senin 4 Desember 2023.
Liang mengatakan tempat suci itu ditutup sementara. Akses jalan menuju vihara berada di bawah jembatan dikhawatirkan membahayakan umat.
Ia mengaku sudah mengetahui sejak lama kondisi tali sling tersebut mengalami keropos. Kondisi tali sling jembatan di atas Tukad Petanu itu sudah tampak memerah sejak setahun terakhir. (*)
Editor : I Made Mertawan