SINGARAJA, BALI EXPRESS - Dugaan aksi pengeroyokan mengguncang Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali.
Kejadian tragis tersebut terungkap pada Sabtu (13/1) sekitar 22.30 WITA, menelan satu korban jiwa dari Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.
Wayan Budra, korban pengeroyokan, ditemukan tergeletak dengan luka serius.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, membenarkan adanya dugaan aksi pengeroyokan tersebut.
Korban, Wayan Budra, mengalami sejumlah luka, termasuk lebam dan luka lecet di pipi kiri, lebam dan lecet di pelipis kanan, lebam dan benjol di bagian kepala belakang sebelah kiri, serta lebam di kelopak mata kanan.
"Kami kuat menduga ini sebagai aksi pengeroyokan dan pelakunya masih dalam tahap penyelidikan," ungkapnya pada Jumat (19/1) pagi.
Mendapati kondisi tersebut, istri korban segera membawa Wayan Budra ke Rumah Sakit Umum Tangguwisia, Seririt.
Saat ditemukan, korban dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Wayan Budra dirawat selama satu hari di rumah sakit tersebut sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng.
"Pada hari Minggu (14/1), korban masih tidak sadarkan diri dan dibawa ke RSUD Buleleng. Di sana, dia dirawat selama 2 hari," tambahnya.
Pukul 11.30 WITA, Selasa (16/1), Wayan Budra dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Banjar Dinas Waru, Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.
"Istri korban menduga suaminya mengalami kekerasan. Saat ini, kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan oleh Polsek Seririt," ungkapnya. (*)