DENPASAR, BALI EXPRESS – Polda Bali menggelar Operasi Keselamatan Agung 2024 mulai 4 Maret 2024.
Operasi Keselamatan Agung ini dalam rangka cipta kondisi keamanan keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas (kamseltibcarlantas) menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sebelum memulai Operasi Keselamatan Agung yang akan berlangsung selama 14 hari itu, Polda Bali melaksanakan apel gelar pasukan di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Sat Brimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar Timur, Sabtu, 2 Maret 2024.
Total ada 385 personel yang dikerahkan oleh Polda Bali. Agenda ini turut dihadiri personel dari Pomdam IX Udayana, Dishub Provinsi Bali, dan PT Jasa Raharja Bali.
Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombespol Ruminio Ardano membacakan amanat Kapolda Bali Irjenpol Ida Bagus Kade Putra Narendra mengatakan bahwa lalu lintas memegang peran vital dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, tapi di balik manfaat positifnya, ada dampak permasalahan.
"Masalah lalu lintas ada gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas yang dapat berakibat fatal," ujarnya.
Apalagi menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 hijriah, pergerakan masyarakat dan arus lalu lintas akan meningkat.
Maka dari itu diperlukan strategi khusus untuk mengendalikan mobilitas masyarakat, sekaligus memastikan meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas, yakni melalui Operasi Keselamatan Agung.
Dalam operasi ini, aparat akan lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif yang turut didukung oleh upaya penegakan hukum.
Target utama adalah para pelanggar aturan lalu lintas yang berdampak pada kecelakaan berat, seperti tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, melawan arus, dan pelanggaran lainnya.
"Operasi Keselamatan Agung 2024 kali ini merupakan sarana untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat secara humanis agar selalu patuh dan disiplin terhadap lalu lintas," tambahnya.
Rumino meminta para personel melaksanakan tugas operasi dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab sesuai rencana atau SOP yang berlaku.
"Optimalkan sinergitas dan kerja sama yang baik antar-instansi terkait, sehingga tujuan operasi dapat tercapai," tegasnya kepada para personil. Setelah apel, dilanjutkan dengan pembacaan ikrar deklarasi keselamatan jalan dan pelepasan konvoi pelopor keselamatan jalan Polda Bali. (*)
Editor : I Made Mertawan