DENPASAR, BALI EXPRESS - Nasib nahas menimpa seorang pelajar berinisial WS, 16, saat bermain di Jalan Kusuma Bangsa lll, Banjar Adat Kusumajati, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, pada Jumat (8/3) sore.
Remaja itu terpeleset ke dalam selokan yang airnya sedang meluap, hingga tenggelam.
Teman-temannya tidak mampu berbuat banyak untuk menolong korban. Akhirnya, pelajar yang beralamat di Pemecutan Kaja ini ditemukan dalam keadaan tewas. Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan adanya kejadian ini.
"Korban tenggelam ketika bermain bersama teman-temannya," ujarnya, Sabtu (9/3). Insiden tersebut bermula saat WS mencari temannya MCW, 11, untuk diajak bermain sekitar pukul 16.30 WITA. Lalu, mereka mencari teman lainnya MAF, 13; IM, 14; DF, 14, serta IPAP, 14.
Korban lantas mengajak kelima temannya itu untuk menengok banjir di Jalan Kusuma Bangsa III. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), WS dan kelima temannya bermain lari-larian di tengah jalan.
Kala itu, ketinggian air di selokan setara betis. Lalu sekira pukul 17.30 WITA, air di selokan tersebut meluap sampai setinggi dada.
"Karena air di selokan tersebut tergenang, sehingga jalan dan selokan tidak terlihat," tambahnya. Kemudian, ads galon yanh terseret arus di pinggir tembok yang tepat di atas selokan.
WS pun berlari berniat mengambilnya. Namun apes, remaja itu terpeleset masuk ke dalam selokan dan terseret arus.
Kelima temannya tersebut tidak berani menolong korban, karena takut ikut terseret arus. Sehingga mereka hanya bisa berteriak meminta tolong.
Warga pun datang dan menyuruh kelima kelimanya untuk menjauh dari selokan. Saat air sudah surut, baru warga bisa mencari WS dengan turun ke selokan dan masuk ke gorong-gorong.
Setelah WS dapat ditemukan, warga melakukan evakuasi dengan mengikat tubuh pelajar malang itu, hingga berhasil dinaikan ke atas selokan. Sayangnya nyawa remaja asli Lamongan, Jawa Timur tersebut sudah tak tertolong.
Jenazahnya lantas dibawa ke RSIA Jalan Gatsu Barat, kemudian dibaw ke Yayasan Tanah Wakaf Ash Shiratal Mustaqim Jalan Kusuma Bangsa IV, Denpasar.
"Rencananya jenazah langsung diberangkatkan ke Lamongan oleh keluarganya," ucapnya.
Lehih lanjut menurut keterangan keluarga dan saksi-saksi kepada polisi, korban memang punya kebiasaan bermain dengan anak-anak kecil padahal umurnya sudah remaja. Pihak keluarga mengikhlaskan atas meninggalnya korban dan menolak dilakukan VER ataupun otopsi dengan membuat surat pernyataan. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana