SINGARAJA, BALI EXPRESS - Pada momen yang seharusnya penuh dengan kegembiraan, tragedi mengerikan menimpa Kadek Angkasa, warga Menyali, Buleleng, Bali.
Sebab, pada hari raya tersebut, Kadek Angkasa menjadi korban meninggal tanah longsor.
Tragedi tanah longsor itu terjadi saat korban Kadek Angkasa pulang kampung dari Denpasar ke Buleleng, Bali, menyambut Hari Raya Kuningan, Sabtu (9/3).
Sebelum peristiwa itu menimpa almarhum Kadek Angkasa, ia sempat berkomunikasi lewat WA dengan ayah dan ibunya.
Almarhum mengabarkan akan pulang hari itu. Kabar itu disampaikan sekitar jam 12 siang.
Setelah beberapa lama, Angkasa memberi kabar kembali kepada ayahnya, Gede Ibu Jari bahwa ia sudah sampai di Desa Wanagiri.
Ia berhenti sambil makan dan menunggu hujan reda.
“Dia bilang tidak berani lewat karena banjir, airnya besar. Saya juga bilang jaga motornya biar gak dicuri orang saat ditinggal makan,” ungkap sang Ayah, Gede Ibu Jari.
Saat makan di kawasan Wanagiri itu, almarhum bertemu dengan beberapa orang yang sejalur.
Mereka juga akan pulang kampung ke Singaraja. Mereka lantas memutuskan untuk lewat ke jalur kota agar aman.
Almarhum yang biasanya lewat jalur Lemukih menuju Menyali juga turut lewat jalur kota.
Sebab, almarhum menghindari banjir dan longsor yang rawan terjadi di jalur Lemukih.
Namun, nasib berkata lain ketika mereka tiba di jalur KM 18 Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buelelng.
Di sinilah, dalam detik-detik yang mencekam, Kadek Angkasa tersapu oleh longsor yang mematikan.
Saksi mata, Putu Sedana, menggambarkan momen mengerikan itu sebagai keriuhan yang menarik perhatian banyak orang.
"Saat itu, saya mendengar suara histeris dan motor berkecepatan tinggi," katanya, menggambarkan kepanikan di sekitar kejadian.
Proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas menjadi momen tegang bagi semua yang menyaksikannya.
Ketegangan mencapai puncak saat seorang petugas menemukan tubuh Kadek Angkasa, yang telah tertimbun material longsor.
Ini menjadi momen menyedihkan bagi semua yang hadir di lokasi tersebut.
Kisah tragis ini menjadi pengingat bagi kita semua akan kekuatan alam yang tidak terduga, serta pentingnya kewaspadaan di masa-masa seperti ini.
Semoga Kadek Angkasa mendapatkan kedamaian dan keluarganya diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.