KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Penjabat Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika menerima pemaparan teknologi pengolahan sampah menjadi energi terbarukan dari perusahaan asal Jepang, Japan Nus Co. Ltd., di ruang kerjanya pada Rabu (13/3). Kehadiran rombongan tersebut disertai dengan Kepala Dinas ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan.
Japan Nus Co. Ltd., melalui juru bicaranya Hidenori Ishiguro, menjelaskan bahwa dengan teknologi yang dimilikinya, sampah plastik dapat diolah menjadi bahan bakar hidrogen. Bahan bakar hidrogen ini selanjutnya dapat digunakan untuk pembangkit tenaga listrik. Menurut Ishiguro, teknologi ini sudah terbukti efisien dan berhasil diterapkan di Jepang.
Terkait hal tersebut, Penjabat (Pj) Bupati I Nyoman Jendrika menyampaikan bahwa Kabupaten Klungkung sedang menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah, meskipun sudah meningkatkan jumlah alat dan jam kerja petugas. Untuk meningkatkan efektivitas pengolahan sampah, Pemkab Klungkung siap untuk bekerja sama dengan Japan Nus Co. Ltd.
Selanjutnya, dinas terkait akan ditugaskan untuk melakukan pemetaan dan inventarisasi potensi kerjasama.
"Fokus pengelolaan limbah sampah di Kabupaten Klungkung adalah mengolah sampah menjadi bahan yang bisa digunakan kembali tanpa menumpuk atau membebani lingkungan. Dengan teknologi ini, kami berharap juga dapat menghasilkan energi terbarukan untuk mendukung pasokan listrik di Nusa Penida yang saat ini masih menggunakan bahan bakar solar. Kami terbuka untuk kerjasama lebih lanjut dan siap untuk berdiskusi secara teknis mengenai potensi dan permasalahan yang ada di Kabupaten Klungkung," ujar Jendrika.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Klungkung, I Nyoman Sidang, yang dihubungi melalui telepon, menjelaskan bahwa Dinas DSDM Provinsi Bali baru saja menjajaki kondisi dan situasi terkait kerjasama tersebut.
Mereka akan mengajukan proposal sesuai dengan permasalahan teknis yang disampaikan oleh Pemkab Klungkung terkait pengolahan sampah residu yang belum optimal, terutama setelah penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Pada tahap awal, kita akan menjadi pilot proyek untuk teknologi pengolahan sampah plastik menjadi energi terbarukan. Rencananya, proyek ini akan diluncurkan di Badung pada bulan Agustus. Namun, detail terkait peluncuran dan ruang lingkup kerjasama masih perlu dikaji lebih lanjut," jelas Sidang.
Sebagai langkah awal, Pemkab Klungkung masih menghadapi kendala terkait pengelolaan sampah residu setelah penutupan TPA. Namun, melalui kerjasama dengan Japan Nus Co. Ltd., diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih efektif dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Klungkung. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana