Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Soal Kembalikan Pola Sekolah Bali Mandara, Ini yang Ditunggu Disdikpora Bali dari Pemerintah Pusat

Rika Riyanti • Selasa, 19 Maret 2024 | 15:09 WIB
Kadisdikpora Bali Dr KN. Boy Jayawibawa. Ist
Kadisdikpora Bali Dr KN. Boy Jayawibawa. Ist

DENPASAR, BALI EXPRESS- Rencana Pemprov Bali mengembalikan pola pendidikan Sekolah Bali Mandara yaitu sekolah khusus berasrama belum bisa diwujudkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Kadis Dikpora) Provinsi Bali KN Boy Jayawibawa mengatakan bahwa untuk mengembalikan pola pendidikan Sekolah Bali Mandara kembali ke sekolah khusus berasrama masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Belum, belum, masih ini kan menunggu keputusan dari pusat. Itu (keputusan berlanjut) semuanya dari pusat. Nanti kan setelah ini pasti (ada diinformasikan,” katanya saat diwawancara usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin, 18 Maret 2024.

Boy menambahkan, keputusan tersebut memerlukan waktu. Terlebih mengubah sekolah reguler ke sekolah khusus berasrama.

Tentunya hal ini mesti melewati persetujuan dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri) atau saat ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta memperoleh rekomendasi.

“Dari mulai sekolah khusus, berasrama, kemudian menjadi sekolah reguler, untuk menjadi sekolah berasrama khusus kembali itu harus sepengetahuan dari Depdagri. Harus ada rekomendasi lagi, jadi belum (selesai),” jelasnya.

Pihaknya pun mengatakan telah berdiskusi untuk memperoleh rekomendasi. Hanya saja hingga saat ini dikatakannya surat rekomendasi belum turun.

“Belum tahu saya ini dari Depdagri gimana. Signalnya belum tahu. Kalau ada pasti saya inikan (informasikan),” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Bali Mahendra Jaya belum lama ini menyampaikan keinginannya untuk kembali melanjutkan pendidikan SMA dan SMK Bali Mandara.

Mahendra Jaya berencana melanjutkan pola pendidikan Bali Mandara. Hal ini lantaran ia menilai salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan dan kebodohan adalah melalui pendidikan untuk anak-anak. 

“Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa saat SMA dan SMK Bali Mandara beroperasi, mampu menghasilkan lulusan yang luar biasa. Berprestasi dan bersaing tidak hanya di dalam negeri, namun mampu masuk di perguruan ternama luar negeri, padahal anak-anak tersebut berasal dari keluarga yang memang benar-benar tidak mampu (miskin),” katanya saat menerima audiensi dari ahli fisika dan matematika, Prof. Yohanes Surya, di Ruang Tamu Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar.

Ditambahkannya lagi, bahwa syarat mereka masuk dan diterima di SMA/ SMK Bali Mandara adalah mereka yang berasal dari keluarga yang miskin.

"Kita tidak akan pernah menyangka mereka berasal dari keluarga yang miskin, namun mereka memiliki rasa "jengah/ tantangan" untuk maju dan merubah martabat keluarganya,” kata Mahendra Jaya.

“Sehingga tidak heran, mereka yang merupakan lulusan SMA/ SMK Bali Mandara memiliki kemampuan akademis yang tidak perlu diragukan, dan tidak sedikit dari mereka mampu menjadi calon dokter, calon perwira di Akademi Kepolisian dan sejumlah Universitas unggulan dalam negeri bahkan luar negeri,” tegasnya lagi. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#sekolah berasrama #Sekolah Bali Mandara