Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Waduh, Dua Pelajar SMP di Bali Mencuri di 75 TKP Wilayah Bangli dan Gianyar

I Made Mertawan • Rabu, 20 Maret 2024 | 01:08 WIB

Polisi mendatangi TKP pencurian yang disatroni dua pelajar SMP di Kabupaten Bangli, Bali.
Polisi mendatangi TKP pencurian yang disatroni dua pelajar SMP di Kabupaten Bangli, Bali.

BANGLI, BALI EXPRESS- Satreskrim Polres Bangli mengungkap kasus pencurian dengan pelaku dua orang pelajar SMP.

Dua pelajar SMP di Kabupaten Bangli, Bali itu berinisial IMO dan DNK.

Meski masih pelajar SMP, sepak terjangnya dalam hal mencuri sudah seperti profesional.

Informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group), mereka secara bersama-sama telah melakukan pencurian di 75 TKP.

Baca Juga: Wow, Ternyata Segini Anggaran Pilkada Serentak di Bali, Sumbernya dari APBD

Tak hanya di wilayah Kabupaten Bangli yang merupakan asal kedua pelaku, mereka juga pernah beraksi di wilayah Kabupaten Gianyar.

Barang-barang yang dicuri beragam, di antaranya perhiasan emas, uang, rokok, tabung gas elpiji dan ayam.

TKP pencurian ayam ini termasuk paling banyak, yakni 69 TKP wilayah Kabupaten Bangli. Dalam satu TKP, rata-rata mereka mencuri 4 ekor ayam.

Mereka berduet melakukan pencurian di puluhan TKP itu sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) pada 2021.

“Kedua pelaku mengambil barang milik korban dengan memasuki pekarangan yang sedang kosong pada malam hari,” kata Kasatreskrim Polres Bangli AKP Ngakan Gede Yuana Eka Putra, Selasa, 19 Maret 2024.

Ngakan Yuana mengungkapkan bahwa terungkapnya kasus pencurian dengan pelaku anak di bawah umur ini berawal dari laporan I Nengah Wiyana, 44, warga Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli.

Baca Juga: Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Badan Pengelola Siapkan Parkir Cadangan, di Sini Tempatnya!

Korban melaporkan kehilangan 5 mesin sepeda motor vespa yang disimpan di sebuah gubuk wilayah Sidembunut.

Korban mengetahui barangnya hilang saat Nyepi, Senin, 11 Maret 2024. Saat itu, korban datang ke sana untuk memastikan lampu karena Nyepi.

Sebelum melapor ke Polres Bangli, korban sempat mencari barangnya di seputaran TKP, namun hasilnya nihil.

“Kedua pelaku mengakui perbuatannya telah mengambil 4 unit mesin vespa,” jelas Ngakan Yuana.

Setelah dikembangkan, pelaku mengakui pernah melakukan pencurian di puluhan TKP.

Saat ini proses hukum masih berjalan di Polres Bangli. Usia mereka yang masih di bawah umur dan sekolah membuat penyidik tidak bisa melakukan penahanan.

“Pelaku tidak ditahan. Wajib lapor karena ini anak-anak,” kata Yuana.

Ngakan Yuana juga mengatakan, penanganan kasus ini akan diupayakan melalui diversi. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #pencurian #pelajar smp #gianyar #bangli