BADUNG, BALI EXPRESS - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung berduka.
Salah satu petugasnya bernama I Made Dwi Satriya Wibawa, 37, dinyatakan meninggal dunia usai ditabrak mobil di Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk, Banjar Titian, Desa Kapal, Mengwi, Badung, Selasa 9 April 2024.
Terkait proses hukum terhadap sopir Terios bernama Rofi'i yang menabrak korban, polisi sebut masih dalam penanganan pihak Penyidik Unit Laka Satlantas Polres Badung.
Sebelumnya, Kasatlantas Polres Badung AKP I Wayan Sugianta menerangkan, Made Dwi mengalami cedera kepala berat akibat ditabrak mobil Daihatsu Terios tersebut.
"Korban sempat dievakuasi ke RSD Mangusada Kapal agar mendapat perawatan intensif," ujarnya.
Meski sempat menjalani perawatan, informasi terbaru disampaikan Kasi Humas Polres Badung Ipda I Putu Sukarma bahwa korban sudah meninggal dunia.
"Sudah meninggal dunia kemarin sore," tandasnya, Rabu 10 April 2024.
Pihaknya belum mengetahui perihal jenazah korban sudah diambil oleh keluarga atau belum.
Namun terkait terhadap sopir Terios, Sukarma menyebut, masih dalam penanganan pihak Penyidik Unit Laka Satlantas Polres Badung.
“Masih ditangani penyidik Unit Laka Satlantas Polres Badung,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung bernama I Made Dwi Satriya Wibawa, 37 ditabrak oleh sebuah mobil.
Baca Juga: Kepergok Masak Pakai Gas Melon, Prilly Latuconsina Dihujat Warganet, Begini Pembelaanya!
Insiden itu terjadi saat korban sedang menyapu trotoar di Jalan Raya Denpasar - Gilimanuk, Banjar Titian, Desa Kapal, Mengwi, Badung, pada Selasa, 9 April 2024.
Mobil yang menabrak korban adalah Daihatsu Terios Nopol DK 1231 ACN yang dikemudikan Rofi'i, 45.
Kendaraan itu awalnya melaju dari arah utara ke selatan pukul 05.30 Wita.
Setibanya di TKP, Terios tersebut kehilangan kendali dan oleng ke kiri.
Mobil itu lebih dulu menghantam pohon perindang di sisi timur jalan. Tapi lajunya tak terhenti, dan menabrak korban, hingga akhirnya menabrak tiga pohon perindang lain di depannya.
Akibat kejadian itu Made Dwi mengalami cedera kepala berat dan dievakuasi ke RSD Mangusada Kapal agar mendapatkan perawatan intensif. (*)
Editor : Nyoman Suarna