BALI EXPRESS- Anggota DPR RI Dapil Bali Nyoman Parta ikut menyoroti kasus kematian mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) asal Bali yang diduga dianiaya oleh seniornya.
Melalui akun media sosial pribadinya, politisi PDI Perjuangan itu mengunggah sebuah potret kondisi almarhum yang sudah tak bernyawa.
Nyoman Parta pun meminta kepada Kapolri agar mengusut kasus yang menewaskan Putu Satria Ananta Rustika, 19.
Korban merupakan taruna tangka satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang berasal dari Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali.
Pihaknya juga membeberkan adanya dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh seniornya.
“Meninggal diduga karena pembunuhan oleh seniornya. Mohon kasus ini diungkap secara terang benderang,” tulis Nyoman Parta dikutip pada Sabtu (04/05).
Lebih lanjut, pihaknya juga meminta agar pihak kampus tidak menutupi kasus tersebut sehingga tidak terjadi lagi dikemudian hari.
“Kepada pihak STIP agar tidak menutupi kasus ini agar tidak terulang lagi kemudian hari,” tegasnya.
Baca Juga: Soroti Kematian Mahasiswa Asal Bali, Politisi Gerindra Bertemu Pihak Kampus dan Keluarga Korban
Pihaknya juga mengungkap bahwa aduan tersebut disampaikan secara langsung oleh Kades Gunaksa dan juga orang tua korban.
“Saya mendapatkan aduan dari Kades Gunaksa Bapak Sadiarna dan Orang tua korban Bapak Ketut Swastika,” ungkapnya.
Postingan itupun menjadi viral dan mendapat berbagai komentar warganet.
Warganet meminta agar kasus tersebut terus dikawal sehingga pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
Hingga kini, postingan itu telah mendapat 482 komentar serta 354 kali dibagikan.
Kematian Putu Satria Ananta Rustika menjadi tragedi yang mengguncang banyak pihak, dan harapan semua orang adalah agar kasus ini dapat diungkap secara tuntas untuk keadilan bagi korban dan keluarganya.
Diberitakan sebelumnya, Seorang taruna tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta meninggal dunia setelah diduga mendapatkan kekerasan fisik oleh seniornya, Jumat (3/5).
Peristiwa ini bermula ketika Putu dan teman-temannya diajak oleh TSR dan rekan-rekan seniornya ke toilet di lantai 2 gedung pendidikan.
Di sana, Putu menjadi korban penganiayaan brutal dengan pukulan bertubi-tubi di bagian ulu hati.
Saksi mata yang melihat kejadian tersebut segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
“Putu yang terkapar lemas langsung dilarikan ke RS Polri untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tak tertolong,” ungkap sumber kepolisian di Jakarta.
Kasus ini telah ditangani oleh pihak kepolisian dan pelaku penganiayaan. TRS sendiri telah diamankan.
Petugas juga telah melakukan otopsi terhadap korban dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian.
Editor : Wiwin Meliana