BALI EXPRESS-Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga menghancurkan dan membakar baliho yang memajang wajah Tegar Rafi Sanjaya viral di media sosial.
Dalam Baliho tersebut terpampang wajah tersangka pembunuh Putu Satria Ananta Rustika (Rio), mahasiswa STIP Marunda Jakarta yang berasal dari Bali.
Baliho besar berukuran 4x6 meter terpasang di Setra Desa Adat Gunaksa saat prosesi Pengabenan almarhum Putu Satria Ananta Rustika (Rio), Jumat (10/5).
Dalam video yang dibagikan oleh akun @Mangglend via @punapibali, terlihat sejumlah pemuda melampiaskan kekesalannya dengan memukul baliho yang telah terpasang itu menggunakan bambu.
Setelah dihancurkan, baliho yang bertuliskan 'SENIORITAS BUKAN PANGKAT UNTUK MEMBUNUH' kemudian ikut dibakar bersama jenazah Rio.
Sontak aksi tersebut pun mengundang beragam reaksi dari warganet di media sosial.
Sebagian warganet pun nampak geram dan meminta agar semua sekolah menghapus ospek dan menghilangkan istilah senior dan junior.
“Sekalian tersangkanya di Aben bli,” komentar akun @trisftnoob dikutip pada Sabtu (11/05).
“Semua sekolah harus hapus ospek, hilangkan senior dan junior. Mereka datang bukan untuk dibully dan berujung kematian,” komentar akun @andre.dv57.
“Harusnya jangan dirusak, abadikan wajahnya di setra,” tulis akun @infosingaraja_news.
Baca Juga: Imbas Tawari Youtuber Korea Mampir Ke Hotel, Asri Damuna Dicopot dari Jabatannya
Diberitakan sebelumnya, Baliho itu dipasang oleh sejumlah teman dari almarhum Rio sebagai bentuk protes atas kamatian taruna STIP Marunda Jakarta yang tewas setelah dianiaya seniornya tersebut.
Disamping itu pemasangan baliho yang merupakan reaksi spontan itu juga sebagai bentuk ungkapan rasa kesal terhadap pelaku pembunuhan yang telah merenggut nyawa almarhum Rio.
"Juga agar semua orang tahu bahwa ini adalah pembunuh saudara kami," ujar salah seorang teman almarhum Rio, Kadek Kariasa.
Editor : Wiwin Meliana