BALI EXPRESS- Masyarakat Bali merasakan getaran gempa bumi pada Selasa, 14 Mei 2024.
Berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi dirasakan di Bali sekitar pukul 16.11 Wita.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 itu sebenarnya terjadi di Sumbawa atau sekitar 15 kilometer barat daya Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), namun terasa hingga Bali.
Menurut kepercayaan umat Hindu di Bali, gempa bumi atau dalam bahasa Bali disebut dengan linuh menjadi salah tanda bakal terjadi sesuatu.
Lontar Palalindon, salah satu karya sastra tradisional Bali mengulas soal tata cara menghadapi gempa bumi termasuk hal-hal yang mungkin terjadi. Itu tergantung sasih saat terjadinya gempa bumi.
Menurut kalender Bali, gempa bumi yang mengguncang hari ini terjadi pada Sasih Sada.
Dosen Bahasa Bali STAHN Mpu Kuturan Singaraja Made Susila Putra mengatakan bahwa dalam Lontar Palalindon tertuang secara gamblang gempa yang terjadi pada setiap sasih dan maknanya.
Gempa pada Sasih Sada misalnya. Pada saat itu Bhatara Sang Hyang Yama dan Sang Hyang Yambu beryoga, pengusaha/pejabat penting tak setia.
Kemudian muda-mudi banyak bertengkar, Bhatara Brahma mengalami kesulitan, dunia sulit.
Semua keindahan tak berarti, semua yang bersayap, bertulang, buah-buahan tidak jadi.
“Kejadian linuh tidak bisa dibendung oleh siapapun. Namun, kita harus tetap waspada, seberapapun canggihnya teknologi dalam memprediksi, setidaknya bisa meminimalkan dampaknya,” kata Susila pada suatu kesempatan. (*)
Editor : I Made Mertawan