BALI EXPRESS- Senator terpilih Niluh Djelantik menanggapi sebuah video yang memperlihatkan pengerukan dan penghancuran tebing di dekat pantai Pecatu Bali.
Dalam video yang dibagikan melalui akun media sosialnya, terlihat tebing tinggi yang berada di dekat pantai itu diratakan menggunakan alat berat.
Baca Juga: Hanura Terima Pendaftaran Bakal Cabup Putra Panglingsir Puri Agung Klungkung
Dalam narasi video, perataan tebing itu diduga untuk pembangunan hotel.
Menanggapi hal tersebut, Niluh Djelantik pun meminta untuk memperketat pembangunan hotel dan juga beach club di Bali.
“Desa adat, desa dinas, wakil rakyat, kepala daerah harus tegas! Yang Bali butuhkan bukan resort memotong tebing dan beach club,”tulis Niluh Djelantik, dikutip pada Sabtu (18/05).
Lebih lanjut, pengusaha sepatu itu menyebut bahwa yang dibutuhka Bali adalah pembangunan pondok-pondok wisata sebagai bagian dari pengalaman wisata dengan mempertahankan kelestarian alam, dikelola oleh dan untuk kesejahtraan warganya.
Dalam unggahannya, Niluh Djelantik pun memcolek akun dua menteri yakni Luhut Binsar Pandjaitan dan juga Sandiaga Uno.
“Bantu kami, inikah pariwisata berbasis menjaga alam dan kearifan local? Bagaimana bisa orang-orang itu datang ke tanah kami kemudian mengoyak-ngoyak bumi? Apakah tidak belajar dari berbagai bencana terjadi,”tulisnya.
Niluh Djelantik menyebut bahwa warisan yang diimpikan bersama untuk Bali lestari hanya akan jadi slogan belaka.
“10-20 tahun Bali akan habis Mas, bagaimana dengan rakyatnya?” tanya Niluh Djelantik.
Baca Juga: Bule di Bali Berpose Nyeleneh, Niluh Djelantik Colek Sandiaga Uno Hingga Singgung Nama New Moscow
Unggahan itu pun ramai mendapat komentar dari warganet di media sosial.
Warganet merasa miris dengan alam Bali yang semakin hari dirusak dengan pembangunan berbagai hotel maupun beach club.
“Ayo pertegas lagi aturannya pak, Bali terkenal alamnya, culturenya dan kearifan local lainnya. Itu sebab turis datang ke Bali. WNA bekerja illegal dan menyalahgunakan visa. Bupati pejabat daerah dan perangkat desa ayo sadar,” tulis akun @dewa_tourinbali6.
“Kasian sekali alam di Bali di pakek mainan, semoga saja tidak kena karma besar,” tulis akun @northsidestory.
Sebelumnya viral video pengerukan tebing kapur di Desa Pecatu, Kuta Selatan yang berada di kawasan Pantai Pemutih ini diduga dilakukan untuk pembangunan akomodasi wisata.
Editor : Wiwin Meliana