Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisruh PPDB di Bali; Pasek Suardika: Tambah Kelas Sore dan Rombel Bukan Solusi

Wiwin Meliana • Rabu, 10 Juli 2024 | 18:56 WIB

Gede Pasek Suardika menyebut penambahan kelas sore dan rombel bukan solusi untuk mengatasi kekisruhan PPDB
Gede Pasek Suardika menyebut penambahan kelas sore dan rombel bukan solusi untuk mengatasi kekisruhan PPDB

BALIEXPRESS.ID-Kekisruhan yang terjadi dalam pendafataran PPDB di Bali menjadi sorotan berbagai pihak.

Salah satunya oleh politisi sekaligus advokat Gede Pasek Suardika.

Baca Juga: Pasek Suardika Ungkap Penyebab Kisruh PPDB di Bali; Tak Lulus di Sekolah Negeri ke Swasta Saja

Menurut Pasek Suardika, solusi dari kekisruhan yang ditimbulkan oleh sistem PPDB di Bali bukanlah dengan menambah kelas sore atau pun rombongan belajar.

“Memangnya dengan menambah sekolah sore, rombel ditambah dan lainnya akan selesaikan masalah?” tanya Pasek Suardika melalui akun media sosial pribadinya dikutip pada Rabu (10/07/2024).

Justru menurut Pasek Suardika, penambahan kelas sore dan rombongan belajar akan menimbulkan permasalahan yang baru.

Baca Juga: WADUH! Proyek Jalan Hotmix Pertama di Nusa Penida Senilai Rp56 Miliar Terancam Molor, Ini Alasannya

Hal ini dinilai akan menambah beban guru dengan tambahan jam mengajar di sore hari.

Belum lagi dengan adanya laporan administrasi yang harus diselesaikan oleh pengajar.

“Apa tidak berpikir guru bebannya jadi berat sementara kewajiban buat laporan seabrek tidak berkurang tetapi guru guru dipaksa mengajar sore lagi. Guru bukan robot dan siswa juga bukan barang yang bisa dipaksakan dengan siklus tidak sehat untuk belajar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pasek Suardika menyebut bahwa pemaksaan sekolah di negeri walau tidak lulus adalah sumber kekacauan dan kekacauan berikutnya adalah adanya intervensi berlebih secara politik.

Baca Juga: Event Street Dance Internasional “Just Dance It Out 2024” Hadir di Bali, Berikut Cara Daftarnya!

“Menurut Saya ya yang tidak diterima di negeri masuk ke sekolah swasta sehingga sekolah swasta juga menjadi sehat bukan semakin bangkrut,” jelasnya.

Bangkrutnya sekolah swasta, kata Pasek Suardika adalah kegagalan pemimpin setempat untuk menjaga partisipasi masyarakat di sektor pendidikan.

Jika ini terjadi maka menjadi wajar ketika kualitas pendidikan di Bali terjun bebas dan tidak ada dibawah 1000 secara nasional.

“Karena menyelesaikan tidak pada subtansi kualitas pendidikan tetapi hanya pada tongkrongan luar semata,” pungkasnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#rombel #ppdb #kisruh #pasek suardika