Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terlilit Tali Layangan Lagi di Bali, Helikopter Sempat Terbang di Ketinggian 900 kaki

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 30 Juli 2024 | 03:37 WIB
TERULANG: Sebuah helikopter yang terlilit tali layangan di kawasan GWK, Senin (29/7).
TERULANG: Sebuah helikopter yang terlilit tali layangan di kawasan GWK, Senin (29/7).

BALIEXPRESS.ID - Sebuah helikopter kembali terlilit tali layangan di sekitar kawasan GWK (Garuda Wisnu Kencana), Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, Senin (29/7).

Dari kejadian ini ternyata helikopter tersrbut berangkat dari JAG Helipad yang berlokasi di Jalan Nusa Dua, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan.

Setibanya di Kawasan GWK helikopter terlilit tali layangan namun berhasil mendarat dengan selamat.

Helikopter tersebut terlilit tali layangan pada ketinggian sekitar 900 kaki atau 274,32 meter. 

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Agustinus Budi Hartono mengatakan, pukul 09.46 Wita pesawat udara helikopter jenis Robinson R66 dengan nomor registrasi PK-VPN mengalami kite strike atau terlilit tali layangan di daerah Garuda Wisnu Kencana (GWK) area 29.

Pesawat tersebur dioperasikan oleh PT. Volta Pasifik Aviasi itu dibuat Tahun 2022 dengan masa  berlaku C of A 18 Oktober 2024 dan masa berlaku C of R 29 September 2023.

Helikopter tersebut dipiloti oleh Capt. Adhi Tri Budiono dengan 2 penumpang.

Rute terbang heli yaitu JAG Helipad–Nusa Dua–GWK–Uluwatu kemudian kembali ke JAG Helipad.

Pihaknya juga mengakui seluruh awak pesawat beserta penumpang dalam keadaan selamat. 

“Kami sudah langsung melaporkan kepada Bapak Pj. Gubernur, grup komunikasi satgas pengendali layang-layang (WAG) dan kemudian ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali dengan melaksanakan penertiban bersama dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi Bali,” ujar Agustinus. 

Berdasarkan informasi yang didapatkan, helikopter terkena terlilit tali layang-layang di area sekitar GWK pada ketinggian kira-kira 900 kaki.

Setelah mendarat, engineer melaksanakan inspeksi pada Main Rotor & Tail Rotor dengan hasil tidak ada kerusakan (Satisfactory). 

Agustinus menambahkan, tali layangan yang menjerat helikopter tersebut berukuran kecil.

Berbeda dengan kejadian sebelumnya tali yang melilit berukuran besar.

Hanya saja hal tersebut akan menjadi catatan kembali insiden helikopter terjerat tali layang-layang.

Dari adanya kejadian kedua ini, pihaknya mengaku tidak dapat berbuat banyak, seperti mengendalikan permainan layang-layang.

Lantaran ia juga mengakui bermain layangan sudah menjadi budaya di Bali.

“Kami bertemu Bapak PJ Gubernur, dia mengarakan tidak ada toleransi untuk keselamatan. Jadi itu nomor satu. Tapi tidak mungkin layang-layang ditiadakan,” jelasnya. 

Lebih lanjut ia menyampaikan, sudah menjadi tugas Otban menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan di seluruh Indonesia. Khusus untuknya di wilayah Bali.

“Nanti akan banyak hal-hal yang kami lakukan bersam bukan hanya Otban saja,” ucapnya. ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #helikopter #gwk #tali layangan #badung