BALIEXPRESS.ID-Selebgram Cut Intan Nabila mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya, Armor Toreador.
Kasus ini mencuat setelah Cut Intan mengunggah video yang memperlihatkan kekerasan yang dialaminya ke media sosial, mengundang perhatian luas publik dan reaksi keras dari netizen.
Menurut informasi yang diterima, Cut Intan Nabila tidak hanya mengalami KDRT sekali, tetapi beberapa kali, dan sering kali dilakukan oleh Armor.
Tak hanya KDRT, Cut Intan juga kerap menjadi korban perselingkuhan suami dengan beberapa wanita, termasuk teman-teman Cut Intan sendiri.
Hanafi Hasan, ayahanda Cut Intan, mengungkapkan kondisi terkini putrinya yang masih dalam keadaan trauma dan memerlukan waktu untuk memulihkan diri. "Dia masih trauma ya," ujar Hanafi kepada wartawan pada Selasa (13/8).
Baca Juga: Nyeleneh! Pria Merangkak Viral di Denpasar, Warganet Duga Ini Penyebabnya
Ia mengaku sangat terkejut mendengar kabar tersebut karena ia mengenal Armor sebagai seseorang dengan perilaku yang baik.
Video yang diunggah Cut Intan menunjukkan dirinya dipukuli dan rambutnya dijambak oleh Armor Toreador di ranjang rumah mereka.
Dalam video tersebut, Cut Intan terlihat hanya bisa menangis dan tidak dapat melawan.
Kabar ini langsung mendapat reaksi keras dari publik, termasuk dari kalangan selebriti dan netizen, yang mengecam tindakan Armor dan menyerukan agar dia dilaporkan ke pihak berwajib.
Baca Juga: Akhiri Kegiatan di Kaltim, Menteri AHY Kunjungi Kantor Badan Bank Tanah di Penajam Paser Utara
Beberapa netizen bahkan menyarankan agar Cut Intan segera berpisah dari Armor, mengingat kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah serius yang sering kali sulit diatasi dan dapat berulang kembali.
Dukungan publik terhadap Cut Intan semakin menguat, dengan banyak pihak berharap agar tindakan tegas diambil untuk memastikan keadilan dan perlindungan bagi korban.
Kasus ini menyoroti pentingnya kesadaran akan kekerasan dalam rumah tangga dan perlunya dukungan untuk korban agar dapat keluar dari situasi berbahaya dan mendapatkan keadilan yang pantas.
Editor : Wiwin Meliana