BALIEXPRESS.ID- Desa Belancan, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, telah ada sejak zaman dahulu.
Dahulu kala, wilayah Desa Belancan sekarang hanyalah sebuah hutan belantara yang belum pernah dihuni manusia.
Namun, cerita unik dan menarik mengenai asal-usul desa ini menjadi salah satu kekayaan sejarah yang dimiliki oleh masyarakat Desa Belancan.
Dikutip dari website desa, dikisahkan bahwa pada masa lalu, ada seorang anak raja yang bernama Gusti Wayahan.
Saat itu, kerajaannya sedang menghadapi serangan dari kerajaan lain. Serangan itu mengancam nyawa Gusti Wayahan.
Untuk menyelamatkan diri, Gusti Wayahan dan pengikutnya memutuskan untuk bersembunyi di hutan tersebut.
Meskipun hidup di tengah hutan, mereka berhasil bertahan dan menjaga keberlangsungan hidup mereka di tengah hutan belantara.
Seiring berjalannya waktu, Gusti Wayahan membangun sebuah tempat suci di tengah hutan, yaitu Pura Anggara Kasih
Seiring berjalannya waktu dan kondisi kerajaan sudah dirasa aman, Gusti Wayahan memutuskan untuk kembali menemui keluarganya.
Namun, para pengikutnya yang disebut Bala Ancangan diminta untuk tetap berada di hutan tersebut.
Mereka diberikan tanggung jawab menjaga Pura Anggara Kasih yang telah mereka bangun.
Gusti Wayahan berjanji bahwa dia akan sering mengunjungi hutan dan pura tersebut.
Berkat usaha dan komitmen Bala Ancangan, hutan tersebut berkembang pesat menjadi sebuah pemukiman.
Lama kelamaan tempat ini dikenal dengan nama Desa Bala Ancangan.
Namun, seiring perkembangan zaman, penyebutan desa ini berubah menjadi Desa Belancan, sesuai dengan cara pengucapan yang lebih umum digunakan hingga saat ini. (*)
Editor : I Made Mertawan