BALIEXPRESS.ID– Global medical-technology leader Siemens Healthineers, perusahaan penyediaan peralatan serta aplikasi layanan kesehatan yang berasal dari Jerman, dalam Hospital Management Asia (HMA) 2024, di Nusa Dua, menyoroti mengenai transportasi layanan kesehatan digital di Indonesia.
Baca Juga: MERINDING! Sukses dengan Versi Koplo, Bagus Wirata Rilis 'Tresna Sing Kewales' Versi Akustik
Managing Director Siemens Healthineers untuk Indonesia, Alfred Fahringer, menyatakan, tantangan sektor kesehatan di Indonesia, saat ini adalah eksplorasi permasalahan aksesibilitas dan keterjangkauan, serta peran penting kolaborasi dan inovasi dalam mendukung integrasi inovasi digital yang lebih baik.
"Sehingga diperlukan adanya kemitraan pemerintah dan swasta yang kuat untuk mendorong adopsi teknologi medis canggih dan meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan dengan solusi digital di seluruh negeri," jelasnya.
Baca Juga: ‘Main Api’ dengan Yessy Diana, KIS Band Sukses Rilis Ulang Lagu Lawas
Untuk itu, kemitraan strategis antara Siemens Healthineers dengan Bali International Hospital (BIH) yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, memiliki peran penting dalam mendorong momentum transformasi layanan kesehatan digital dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di pulau ini.
Dengan adanya kemitraan ini, diakui Indonesia Healthcare Corporation (IHC) Dr. Lia Partakusuma akan melengkapi BIH dengan teknologi medis yang mutakhir dari Siemens Healthineers untuk diagnostic imaging dan terapi yang meningkatkan hasil klinis di berbagai kondisi medis, termasuk kanker dan penyakit kardiovaskular.
Baca Juga: Nikmati Secangkir Kopi di Warung Kopi Gunung: Destinasi Ngopi Unik di Hutan Pinus Cikole
Hal ini juga melengkapi BIH dengan teknologi digital canggih yang menggabungkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kemampuan diagnostik, serta sistem pengarsipan canggih yang memastikan akses yang efisien dan aman ke data pasien di seluruh jaringan rumah sakit.
Dijadwalkan akan beroperasi pada akhir tahun 2024, BIH bekerja sama dengan Siemens Healthineers untuk menegakkan standar internasional dalam layanan dan menjadikan Bali sebagai tujuan wisata kesehatan terkemuka secara global.
“Insiden dan penyakit yang terkait dengan penyakit tidak menular seperti diabetes dan gangguan jantung meningkat pesat di Indonesia, hal ini menyebabkan kesenjangan dalam akses dan keterjangkauan layanan kesehatan terutama di daerah pedesaan yang infrastruktur dan dukungan layanan kesehatannya terbatas," jelasnya.
Baca Juga: Mirip dengan Bali, Taman Lembah Dewata: Destinasi Wisata Alam yang Menawarkan Keindahan di Lembang
Diagnosis dan pengobatan kanker juga memerlukan intervensi dini untuk mendapatkan hasil yang lebih baik bagi pasien.
Teknologi medis digital memainkan peran penting dalam mengatasi kesenjangan ini, dan kami sangat senang dapat memperluas kemampuan kami melalui kemitraan dengan sistem canggih dari Siemens Healthineers mendukung dalam memberikan layanan yang lebih baik dan menjadi penyedia layanan kesehatan terkemuka di Bali. (gek)
Editor : Wiwin Meliana