BALIEXPRESS.ID– Peternak babi di Kabupaten Karangasem tampaknya kini bisa tersenyum lebar.
Pasalnya, harga hewan berkaki empat tersebut kini cukup tinggi di tingkat peternak.
Di mana per kilogramnya tembus di angka Rp 50 ribu.
Minimnya ketersediaan babi siap panen diperkirakan menjadi salah satu faktor tingginya harga babi di tingkat peternak.
Mengingat beberapa bulan lalu cukup banyak ternak babi petani yang mati terserang virus.
Dengan situasi seperti ini dianggap cukup menguntungkan para peternak lokal.
Mengingat pada saat merebaknya virus yang hingga mematikan babi mereka merugi.
Baca Juga: Umat Hindu Wajib Tahu!Diyakini Simbol Swagina, Taksu Jadi Tempat Memohon Kesidhian
Sehingga dengan mendapat keuntungan kali ini diharapkan bisa menutup kerugian sebelumnya.
"Ya dengan harga yang bagus tentu sangat positif bagi petani, semoga bisa sama - sama dipahami oleh konsumen dan produsen. Jadi soal kenaikan harga kemungkina karena ketersediaan ternak babi siap panen yang terbatas, karena bisa saja para petani ada yang baru mulai memelihara kembali serta ada juga yang ternak belum memasuki masa panen," ujar Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Nyoman Siki Ngurah.
Menjelang Hari Raya Galungan yang kurang dari satu bulan ini, kemungkinan permintaan terhadap babi semakin meningkat.
Namun, Siki Ngurah memastikan bahwa ketersediaan sampai sejauh itu masih bisa mencukupi. Diperkirakan populasi babi mencapai 50 ribu ekor.
Pihaknya pun mengimbau bagi masyarakat maupun tempat pemotongan hewan agar memprioritaskan peternak babi lokal.
Langkah ini bisa mencegah penyebaran virus. Sekalipun mendatangkan dari luar Karangasem, diharapkannya tetap menerapkan bio security, sehingga daging babi yang dihasilkan berkualitas dan aman untuk dikonsumsi. (dir)
Editor : Wiwin Meliana