BALIEXPRESS.ID - Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Jalan Raya Singaraja-Seririt, tepatnya di Desa Tukadmungga, Kecamatan/kabupaten Buleleng, Bali, pada Minggu (22/9/2024) malam sekitar pukul 23.15 WITA.
Peristiwa tragis ini menelan korban jiwa, di mana seorang warga Buleleng tewas di tempat akibat dugaan tabrak lari yang hingga kini masih dalam pengejaran polisi.
Insiden bermula saat I Ketut Mertayasa (45), warga Banjar Dinas Kajanan, Desa Suwug, Kecamatan Sawan, melaju menggunakan sepeda motor DK 6550 OV bersama istrinya, Yuni Lindawati (40), dari arah Lovina menuju Singaraja.
Di tengah perjalanan, nasib nahas menghampiri pasangan suami istri ini.
Motor yang mereka kendarai disenggol oleh sepeda motor lain hingga menyebabkan mereka terjatuh.
Namun, tragedi semakin parah saat sebuah mobil yang berada tepat di belakang mereka langsung menabrak Ketut Mertayasa tanpa memberikan kesempatan untuk menghindar.
Yang lebih mengejutkan, mobil tersebut terus melaju tanpa berhenti, meninggalkan lokasi dan korban yang tergeletak di jalan.
Ketut Mertayasa mengalami luka fatal, termasuk patah tulang kaki kiri dan cedera serius di kepala, yang mengakibatkan dirinya meninggal di tempat kejadian.
Sementara itu, sang istri, Yuni Lindawati, selamat meski menderita luka lecet pada siku dan lutut, dan kini dirawat di RSU Parama Sidhi Buleleng.
Pihak kepolisian, melalui Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, membenarkan adanya dugaan tabrak lari tersebut.
"Pengemudi sepeda motor DK 6550 OV ditabrak dari belakang oleh kendaraan roda empat yang tidak diketahui identitasnya. Kami saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap kendaraan yang terlibat," ungkap Darma.
Upaya pencarian pelaku terus dilakukan, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap siapa dalang di balik tragedi memilukan ini.
Hingga saat ini, polisi masih menghimpun informasi guna mengungkap kasus tabrak lari yang menewaskan seorang warga Buleleng tersebut.
Bagaimana kelanjutan kasus ini? Apakah polisi berhasil menangkap pelaku? Semua pihak kini berharap keadilan bisa ditegakkan bagi keluarga korban. ***