Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pernyataan Disbud Bali Soal Heboh Penari Joged Bumbung Dicium Penonton Secara Tak Senonoh: Hal Ini Terekam dalam Video Viral

I Putu Suyatra • Jumat, 27 September 2024 | 16:48 WIB
STIGMA: Viral video yang menunjukkan seorang penari Joged Bumbung mendapatkan perlakuan tak sopan
STIGMA: Viral video yang menunjukkan seorang penari Joged Bumbung mendapatkan perlakuan tak sopan

BALIEXPRESS.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi saat penari Joged Bumbung tengah tampil di Bali.

Dalam video yang viral di media sosial, penonton tiba-tiba mencium pipi sang penari yang tengah asyik menari.

Padahal, penari tersebut tampil sesuai pakem tarian dan mengenakan pakaian yang pantas.

Kejadian ini bermula saat seorang pria secara tiba-tiba menyelonong dari belakang dan mencium pipi penari.

Penari yang terkejut langsung berhenti sejenak sembari memegang pipinya, namun meski kesal, ia tetap melanjutkan tarian Joged Bumbung dengan menahan amarah.

Dikecam Dinas Kebudayaan, Insiden Ini Dinilai Dampak dari Joged Vulgar

Prof. I Gede Arya Sugiartha, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, turut angkat bicara terkait insiden tersebut.

Ia menyayangkan perilaku tidak beretika penonton yang mencoreng citra Joged Bumbung.

Menurutnya, kejadian ini bisa jadi dampak dari joged yang vulgar atau sering disebut joged jaruh.

“Tidak semua Joged berkonotasi negatif. Namun, karena viralnya joged yang vulgar, publik menggeneralisir seolah semua joged bisa diperlakukan seenaknya, seperti yang terjadi kemarin,” ujar Prof. Sugiartha dalam keterangannya, Kamis (26/9).

Ia menambahkan bahwa meski ngibing (berdansa bersama penari) merupakan bagian dari tarian Joged Bumbung, tidak seharusnya penonton bertindak tidak sopan seperti mencium penari.

Mantan Rektor ISI Denpasar itu juga menyoroti fenomena joged vulgar yang menjadi viral di media sosial, meski hanya sebagian kecil dari total pertunjukan Joged Bumbung.

“Hanya 10 persen Joged yang tidak sesuai pakem, tetapi yang viral dan merusak citra joged justru yang 10 persen itu,” ungkapnya.

Sulit Dikendalikan, Dampak Joged Vulgar di Media Sosial

Prof. Sugiartha juga mengakui bahwa sulit untuk mengendalikan perilaku penonton seperti ini, terutama di acara-acara publik.

Ia menyebutkan bahwa konten Joged Jaruh yang tersebar di media sosial turut memperburuk situasi, menciptakan persepsi negatif terhadap semua bentuk Joged Bumbung.

Dinas Kebudayaan Bali sendiri telah gencar melakukan sosialisasi terkait pakem Joged Bumbung, termasuk melalui Bendesa Adat dan komunitas lokal.

"Kami telah melakukan edukasi langsung, mengumpulkan para penari Joged, dan mengeluarkan edaran melalui Paiketan Krama Bali untuk mencegah joged vulgar yang merusak moral," tandas Prof. Sugiartha.

Dengan viralnya video ini, masyarakat diimbau untuk tidak meniru perilaku tidak senonoh tersebut dan tetap menjaga nilai-nilai etika dalam menikmati pertunjukan tradisional. ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #joged bumbung #pakem #Dicium #disbud #viral #ngibing #tari #JARUH #PIPI