BALIEXPRESS.ID-Anggota DPD RI Arya Wedakarna (AWK) memberi apresiasi kepada Banjar Adat di Bali yang sudah melakukan penertiban dan pendataan terhadap warga pendatang.
Melalui akun media sosialnya, AWK membagikan video viral pendataan warga NTT yang dilakukan oleh warga Tanjung Benoa, Kuta Selatan Bali.
Senator yang baru saja dilantik ini mengajak banjar adat di Bali untuk mensosialisasikan Perda Adat dan kewajiban pendatang di gumi Bali.
“Ngiring Banjar adat data pendatang baik tamiu dari Barat dan Timur,” ungkap AWK dikutip pada Jumat (04/10/2024).
Pihaknya juga mengajak anak muda Hindu untuk menghidupkan ronda dan menjaga wewidangan.
“Seluruh banjar adat Hindu agar bergerak, jaga kondusifitas,” tulisnya.
Sebelumnya, prajuru adat dan aparat menggelar pertemuan dengan mengundang warga NTT di Bali di Keluran Benoa, pada Rabu (03/10/2024).
Tujuan dari pertemuan itu untuk menjaga keamanan dan ketertiban jelang Pilkada 2024 mendatang.
Kompol Yudistira menekankan pentingnya menghindari aktivitas yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi menjaga suasana Bali yang aman dan tenteram.
Sementara Kasat Binmas Polresta Denpasar, AKP Gede Endrawan menyampaikan data mengenai warga NTT dilaporkan ke pihak kepolisian sebanyak 14 kasus.
Ia menggarisbawahi penyebab utama kasus-kasus tersebut berkaitan dengan konsumsi minuman keras dan pelanggaran lalu lintas.
Baca Juga: Beredar Video Pertemuan Warga NTT dan Aparat di Benoa Bali, Ternyata Ini yang Dibahas
AKP Endrawan mengajak warga untuk berhenti melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, serta terus menjaga hubungan baik dengan warga lokal.
.
Editor : Wiwin Meliana