Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fenomena Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Bali: Simak Jadwal dan Imbauan dari BBMKG

Wiwin Meliana • Senin, 14 Oktober 2024 | 17:27 WIB

Fenomena Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Bali
Fenomena Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Bali

BALIEXPRESS.ID-Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menginformasikan bahwa fenomena alam yang dikenal sebagai "hari tanpa bayangan" akan terjadi di Bali antara 13 hingga 15 Oktober 2024.

Selama periode ini, masyarakat di pulau ini akan merasakan suhu yang lebih panas akibat posisi matahari yang tepat berada di atas Bali.

Baca Juga: Media Lokal Remehkan Timnas Indonesia, Namun Suporter China Berhadap Timnas Mereka Dibantai Asuhan Shin Tae-yong

Koordinator Bidang Observasi BBMKG Wilayah III Denpasar, Dwi Hartanto, menyampaikan bahwa fenomena ini disebabkan oleh posisi matahari tepat berada di atas Bali, yang mengakibatkan bayangan dari benda tegak seperti pensil atau tiang terlihat menghilang.

 “Cuaca akan lebih panas karena posisi matahari sekarang tepat berada di atas Bali,” kata Dwi Hartanto dalam pernyataan resminya di Kuta, Kabupaten Badung dikutip dari ANTARA.

Untuk mengamati fenomena ini, Dwi Hartanto merekomendasikan agar masyarakat meletakkan pensil atau benda tegak lainnya di tengah lapangan datar.

Pada saat yang tepat, yaitu saat matahari berada di titik zenit, benda tersebut tidak akan memiliki bayangan.

Baca Juga: AWK Dukung Penggeledahan Kejari di SMK Negeri 1 Klungkung, Minta Warga Laporkan Dugaan Penyimpangan dana BOS

 “Masyarakat dapat melakukan eksperimen sederhana dengan meletakkan benda tegak di luar ruangan dan mengamati bayangannya,” jelasnya.

Seiring dengan fenomena ini, BBMKG juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap suhu yang lebih tinggi.

 Dwi Hartanto mengimbau agar masyarakat mengenakan topi atau menggunakan payung untuk melindungi diri dari sinar matahari saat berada di luar ruangan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas di luar rumah.

“Kami juga meminta masyarakat untuk tidak melihat langsung ke arah matahari saat fenomena ini berlangsung. Fokuslah pada bayangan benda tegak, bukan mataharinya,” tambahnya.

Baca Juga: Match Kontroversi Timnas Indonesia vs Bahrain, AFC Akhirnya Buka Suara, Tapi?

Fenomena hari tanpa bayangan ini juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Menurut data BMKG, fenomena ini berlangsung dari 8 September hingga diperkirakan berakhir pada 19 Oktober 2024. Di Provinsi Bali, hari tanpa bayangan diperkirakan akan terjadi di sembilan kabupaten/kota dengan rincian sebagai berikut:

Hari tanpa bayangan, yang juga dikenal sebagai kulminasi utama, terjadi ketika matahari berada di titik tertingginya di langit, atau zenit. Dalam kondisi ini, bayangan dari benda tegak tidak dapat terlihat karena bertumpuk dengan objek tersebut.

Baca Juga: Speedboat Meledak; Calon Gubernur Maluku Utara Meninggal Dunia Saat Kampanye

Fenomena ini dipengaruhi oleh posisi Bumi yang tidak berimpit sempurna antara bidang ekuator dan bidang ekliptika. Seiring berjalannya waktu, posisi matahari terlihat berubah antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) dan 23,5 derajat Lintang Selatan (LS).

 

Editor : Wiwin Meliana
#bali #bbmkg #hari tanpa bayangan