Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buleleng Rancang Public Safety Center untuk Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Darurat

Dian Suryantini • Rabu, 16 Oktober 2024 | 18:45 WIB

Direktur Utama RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha
Direktur Utama RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dalam mengatasi serta menangani kasus gawat darurat, Pemerintah Kabupaten Buleleng merancang pembentukan Public Safety Center (PSC) Si Tri Datu. Hal ini merupakan Sistem Informasi Terintegrasi Pelayanan Gawat Darurat Buleleng. Pembentukan sistem ini diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan darurat, khususnya bagi pasien yang mengalami stroke dan serangan jantung.

Direktur RSUD Buleleng, dr. Arya Nugraha, menjelaskan bahwa inovasi PSC Si Tri Datu merupakan langkah maju dalam memperkuat sinergi antar instansi di Kabupaten Buleleng untuk menangani kasus gawat darurat secara terpadu.

“Tujuan utama inovasi ini adalah untuk memastikan bahwa RSUD Buleleng, bersama pemangku kepentingan di Pemkab Buleleng, dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dalam menangani kasus stroke dan serangan jantung. Dengan sistem ini, diharapkan angka kesakitan dan kematian dapat ditekan secara signifikan,” ujarnya, Rabu (16/10) siang.

RSUD Buleleng kini telah dilengkapi dengan fasilitas canggih, seperti cath lab, yang memungkinkan pemasangan ring jantung dan penanganan stroke dengan penghancuran sumbatan.

“Jika sebelumnya dapat menyelamatkan pasien serangan jantung dan stroke namun dengan gejala sisa, seperti lumpuh atau gagal jantung, sekarang tujuannya adalah menyelamatkan pasien tanpa menyisakan cacat atau komplikasi di kemudian hari,” tambah dr. Arya.

Selain fokus pada penanganan stroke dan serangan jantung, layanan PSC Si Tri Datu juga mencakup penanganan darurat untuk ibu hamil, kecelakaan lalu lintas, dan bencana alam. Namun, penanganan kasus stroke dan serangan jantung tetap menjadi prioritas karena dianggap paling mendesak dan krusial.

Dalam implementasinya, RSUD Buleleng akan berkolaborasi dengan Kominfosanti Buleleng melalui command center yang ada. Command center ini akan menjadi basis digital dari sistem pelayanan ini. Misalnya, jika ada kasus serangan jantung di wilayah yang jauh seperti Gerokgak atau Tejakula, sistem terpadu berbasis digital ini dapat meminimalkan keterlambatan respons sehingga pasien bisa segera ditangani dengan optimal.

Diharapkan, pada tahun 2025, sistem PSC Si Tri Datu dapat diimplementasikan penuh di Kabupaten Buleleng. RSUD Buleleng sudah memiliki modalitas yang memadai, baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusia, termasuk dua dokter ahli intervensi jantung dan saraf yang siap memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan adanya PSC Si Tri Datu, pelayanan gawat darurat di Buleleng dan sekitarnya, termasuk Karangasem bagian barat, Jembrana bagian timur, serta Bangli dan Tabanan bagian utara, akan lebih terintegrasi.

“Sistem ini akan membantu menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat serangan jantung dan stroke, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Pada akhirnya, derajat kesehatan masyarakat akan meningkat secara signifikan,” tutup dr. Arya. ***

Editor : Dian Suryantini
#rsud buleleng #stroke #inovasi #jantung