Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Usai Gigit Seorang Nenek dan Cucunya, Anjing Ditemukan Mati: Petugas Lakukan Vaksinasi Darurat

I Gde Riantory Warmadewa • Selasa, 22 Oktober 2024 | 01:49 WIB
VAKSINASI : Petugas Medikvet melakukan vaksinasi emergency di Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Senin (21/01).
VAKSINASI : Petugas Medikvet melakukan vaksinasi emergency di Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Senin (21/01).

BALIEXPRESS.ID – Seorang nenek berusia 59 tahun dan cucunya yang berusia 6 tahun menjadi korban gigitan anjing di Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Kejadian yang terjadi pada 17 Oktober 2024 itu membuat petugas Medikvet Jembrana melakukan vaksinasi darurat di sekitar lokasi pada Senin (21/10/2024).

Menurut laporan, anjing berwarna hitam yang belum diketahui status kesehatannya, menggigit tangan kedua korban.

Ayah korban, I Putu Agus Suryana (33) menjelaskan, anaknya diserang lebih dulu. Saat hendak membawa sang anak ke Puskesmas, ibunya yang merupakan nenek korban juga diserang oleh anjing yang sama.

“Anak saya duluan diserang anjing tersebut. Ketika hendak mengajak anaknya ke Puskesmas, kemudian neneknya diserang oleh anjing yang sama,” ungkap Agus saat ditemui di rumahnya.

Setelah serangan tersebut, kedua korban langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan penanganan medis lainnya. Agus berharap hasil uji laboratorium terhadap sampel otak anjing tersebut negatif rabies. “Saya harap hasilnya negatif,” ucapnya.

Setelah menyerang dua warga di Banjar Delod Bale Agung, anjing tersebut melarikan diri ke Banjar Sebual, Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana.

Di tempat tersebut, anjing itu  kembali menyerang seorang anak perempuan berusia 5 tahun.

Tak lama setelah itu, anjing tersebut ditemukan mati, dan sampelnya langsung dikirim ke Laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar untuk diuji lebih lanjut.

Hingga saat ini, hasil uji lab tersebut masih ditunggu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, menyatakan, pihaknya langsung merespons cepat laporan dari warga dengan melakukan vaksinasi darurat di sekitar Banjar Delod Bale Agung.

“Di wilayah ini ada dua orang yang jadi korban. Mereka sudah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat. Sementara sampel anjing yang menyerang sedang diuji di BBVet Denpasar,” terangnya.

Data dari pihak terkait mencatat bahwa dalam tiga bulan terakhir, terdapat 13 kasus hewan pembawa rabies (HPR) positif di Jembrana.

Pada Agustus tercatat dua kasus, September 8 kasus, dan pada Oktober ini sudah ada 3 kasus positif rabies.

Ngurah Sumber juga mengimbau masyarakat, terutama pemilik hewan peliharaan seperti anjing, untuk lebih peduli dengan kesehatan hewan mereka.

Ia mengajak warga untuk menjaga hewan peliharaan agar tetap sehat dan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.

“Kami harap agar hewan peliharaan dirawat, dijaga, dan dikandangkan. Mari kita bersama-sama mengantisipasi dampak dari HPR seperti kasus gigitan ini,” tutupnya.

Seluruh korban gigitan telah mendapatkan vaksin anti-rabies (VAR) di fasilitas kesehatan setempat, dan diharapkan tidak ada dampak lanjut dari kasus tersebut.

Editor : Nyoman Suarna
#anjing #vaksinasi #Gigit #cucu #darurat #nenek #jembrana