BALIEXPRESS.ID - Akses jalan penghubung Batusesa-Batang-Angsoka, yang menghubungkan Desa Besakih dan Menanga, Karangasem, Bali, kembali mengalami kerusakan serius usai diguyur hujan deras.
Jalan sepanjang 4 kilometer yang baru saja selesai diperbaiki pada Oktober 2024 ini, kini kembali rusak akibat longsor senderan dan banjir yang menggerus material jalan.
Kelian Banjar Dinas Batang, I Kadek Suandika, menyebutkan bahwa curah hujan deras pada Jumat (8/11) lalu menyebabkan senderan got ambruk.
Akibatnya, air meluap ke jalan dan mengikis batu serta pasir pada jalan tersebut.
“Air mengalir deras di jalan turunan sehingga materialnya habis terkikis,” kata Suandika, Minggu (10/11).
Kekecewaan Warga Setelah Perbaikan Jalan Singkat
Perbaikan jalan yang baru seumur jagung ini sebelumnya disambut antusias oleh warga, mengingat selama bertahun-tahun jalan ini tidak pernah diperbaiki.
“Belum sebulan masyarakat menikmati jalan bagus, sekarang sudah rusak lagi,” ungkap Suandika, menggambarkan kekecewaan warga yang kini kembali menghadapi akses jalan yang tak layak.
Dari panjang total jalan 4 kilometer, perbaikan bulan lalu hanya mencakup sebagian dengan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar.
Suandika berharap anggaran yang lebih besar bisa disediakan di masa mendatang untuk memperbaiki jalan ini secara keseluruhan.
Ia juga menekankan pentingnya senderan got di kedua sisi jalan agar air hujan dapat mengalir lancar dan tidak merusak jalan.
Tanggapan Pihak PUPR dan Perkim Karangasem
Kepala Dinas PUPR dan Perkim Kabupaten Karangasem, Wedasmara, mengaku pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi jalan.
“Aspalnya masih aman, namun bahu jalan sedikit terkikis,” ujarnya.
Wedasmara menyampaikan bahwa rencana pembangunan senderan untuk mengalirkan air deras dari atas ke bawah akan segera dijalankan, meski saat ini anggarannya masih dalam pengajuan.
Upaya Warga Menjaga Jalan dari Kerusakan
Suandika mengungkapkan bahwa warga sudah berusaha menjaga kondisi jalan, tetapi derasnya air saat hujan menjadi tantangan tersendiri.
“Dengan keterbatasan yang kami miliki, sulit mencegah kerusakan akibat debit air yang besar,” tambahnya pasrah.
Masyarakat berharap perbaikan berikutnya akan lebih tahan lama dan tak sekadar perbaikan sementara yang terkesan sia-sia.
Akankah akses jalan Batusesa-Batang-Angsoka akhirnya mendapat perbaikan menyeluruh yang benar-benar mampu bertahan di tengah tantangan alam? Warga berharap jawaban segera dari pemerintah. ***
Editor : I Putu Suyatra