BALIEXPRESS.ID - Di tengah meningkatnya popularitas pinjaman online, Bafi Group hadir sebagai konsultan terpercaya dengan visi untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan bijaksana dalam mengambil keputusan finansial. Bafi Group berfokus pada edukasi dan penyuluhan mengenai risiko pinjaman online, serta menyediakan pendampingan psikologis bagi korban yang terjerat masalah pinjaman.
Sebagai bagian dari misinya, Bafi Group menjalankan berbagai program, termasuk Klinik Pinjaman Online, kampanye edukasi melalui media sosial, dan penyuluhan di berbagai daerah. Selain itu, mereka membentuk support group untuk memberikan dukungan emosional kepada korban pinjaman online. Melalui kolaborasi dengan lembaga terkait, Bafi Group berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi masyarakat yang membutuhkan informasi dan perlindungan terkait pinjaman online.
Akan tetapi belum lama ini Bafi Group dihadapkan pada berita hoax. Untuk itu, Bafi Group Indonesia dan Infinity Group Bandung mengeluarkan pernyataan resmi terkait berita hoax yang merusak reputasi mereka. Berita palsu ini melibatkan klien berinisial RWAH (29), yang sebelumnya menerima bantuan terkait permasalahan pinjaman online. Bafi Group menegaskan bahwa semua layanan yang diberikan kepada RWAH telah dilakukan secara transparan sesuai perjanjian awal.
Sebagai perusahaan konsultasi yang telah beroperasi lebih dari lima tahun, Bafi Group dan Infinity Group Bandung selalu berkomitmen pada integritas dalam setiap layanan. Tim Bafi Group memastikan bahwa setiap interaksi diawali dengan diskusi dan kesepakatan jelas, untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada klien.
Perusahaan mengklarifikasi bahwa RWAH telah menerima bantuan dan pendampingan yang diperlukan tanpa biaya tambahan, dan tuduhan adanya pelanggaran yang disebarkan melalui media online tidak berdasar.
Pemilik Bafi Group, Tian Batubara, menyampaikan keprihatinannya terhadap berita hoax yang beredar di media sosial, yang dinilai merusak nama baik perusahaan. Bafi Group, yang dikenal dengan integritas, transparansi, dan komitmen tinggi dalam membantu klien yang menghadapi masalah pinjaman online, merasa dirugikan oleh tuduhan tidak berdasar ini.
“Berita yang beredar mengklaim bahwa Bafi Group telah melakukan penipuan terhadap seorang klien. Padahal, setiap proses yang kami lakukan selalu diawali dengan diskusi rinci tentang layanan yang diterima, proses pengerjaan, dan biaya yang akan dikeluarkan,” ujar Tian Batubara.
Ia menjelaskan bahwa persetujuan klien selalu didahulukan, dengan informasi yang disampaikan secara transparan. Tian juga menyampaikan bahwa perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak yang menyebarkan informasi palsu ini. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak terpengaruh oleh berita hoax yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Bafi Group akan terus berkomitmen dan memberikan pelayanan terbaik bagi setiap klien,” tutupnya. (adv/bea)*
Editor : Dian Suryantini