BALIEXPRESS.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, menunjukkan optimismenya terhadap rencana pembangunan Bandara Bali Utara yang menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah pusat.
Ia berharap proyek tersebut dapat segera terwujud, meskipun masih memerlukan berbagai kajian mendalam sebelum pelaksanaan.
"Saya berharap jadi, pasti jadi," ujar Mahendra Jaya saat diwawancarai di Kantor DPRD Bali, Senin (11/11).
Baca Juga: Soal Rencana Bandara Bali Utara, Ketua MTI Bali Tegaskan Pentingnya Akses dan Konektivitas
Ia menilai, keberadaan Bandara Bali Utara diperlukan saat ini.
Selain itu, pembangunan Bandara Bali Utara juga menjadi salah satu kebijakan pemerintahan pusat yang baru di Era Presiden RI Prabowo Subianto ini.
"Itu kan diperlukan, sudah jadi kebijakan pusat, tinggal di mana pasnya," katanya.
Baca Juga: Target Januari 2025, Pj Gubernur Bali Persiapkan Simulasi Program Makan Siang Gratis Bagi Siswa
Disamping itu, diakuinya untuk pembangunan Bandara Bali Utara tentu mesti melewati kajian-kajian penting.
"Kan tidak harus sekarang, perlu kajian dulu, itu studinya pusat yang melakukan,” ucapnya.
Rencana pengembangan bandara baru di Bali Utara telah mendapatkan dukungan penuh dari Presiden RI Prabowo Subianto, yang sebelumnya menyatakan komitmennya untuk mewujudkan proyek tersebut.
Baca Juga: Bangunan Menjamur, UNESCO Ancam Cabut Status Subak Jatiluwih, Ini Tanggapan Ketua PHRI Bali
Presiden berharap bandara di Bali Utara dapat membantu mengatasi kepadatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di wilayah selatan serta mengembangkan sektor pariwisata di Bali bagian utara.
Dalam konteks ini, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Bali, I Made Rai Ridartha, menjelaskan bahwa terdapat empat indikator yang dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan akan bandara baru di Bali.
"Jika kita sudah boarding dan menunggu waktu take off cukup lama, itu berarti ada antrian pesawat yang akan memasuki runway," jelas Ridartha, mengacu pada kondisi kepadatan penerbangan di Bandara Ngurah Rai saat ini.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Jukir di Taman Pancing Coba Mengelak, Dua Sosok Ini Turun Tangan, Hasilnya?
"Di dalam terminal terlihat ramai dan sibuk bahkan banyak calon penumpang yang mungkin tidak dapat tempat duduk," tambahnya.
Ridartha menambahkan, jika bandara di Bali Utara terealisasi, konektivitas antara wilayah selatan, tengah, dan utara Bali harus diperhatikan secara serius.
Pembangunan jalan serta infrastruktur penunjang lainnya harus dilakukan secara bersamaan untuk mengoptimalkan akses menuju bandara baru.
Baca Juga: Keroyok Pria di Bali Sampai Tewas Melompat, Geng Motor Pelajar Upaya Damai dengan Pihak Korban
"Membangun bandara ini tidak hanya ansih membangun bandara saja, tetapi juga harus disiapkan bagaimana konektivitas dari bandara atau menuju bandara itu dari wilayah selatan, tengah, menuju utara. Demikian juga sebaliknya, orang yang turun di utara akan bisa ke tengah dan ke selatan dengan lancar," ujar Ridartha.(***)
Editor : Rika Riyanti