Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bandara Ngurah Rai Persiapkan 8 Program untuk Sambut Lonjakan Penumpang di Nataru, Perluas Tol Gate hingga Bangun JPO

Rika Riyanti • Kamis, 14 November 2024 | 21:32 WIB

TERDAMPAK: General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab
TERDAMPAK: General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab

 

 

BALIEXPRESS.ID — Menjelang liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mempersiapkan delapan program utama untuk memastikan kelancaran operasional dan kenyamanan penumpang.

General Manager Bandara Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menjelaskan bahwa berbagai langkah telah diambil untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama periode sibuk ini.

"Kita ada 8 program yang menjadi target utama. Yang pertama adalah koordinasi dengan instansi dan stakeholder terkait," ujar Ahmad, Rabu (13/11).

Baca Juga: PHRI Klungkung Undang Tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Klungkung untuk Adu 'Mekanik' Soal Pariwisata

Ia menuturkan, pihaknya telah beberapa kali bertemu dengan Kapolres, Danlanud, hingga Kadishub Provinsi Bali, termasuk mengadakan pertemuan dengan seluruh stakeholder bandara seperti imigrasi, bea cukai, dan maskapai.

Ahmad mengungkapkan bahwa kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi, terutama di tengah jalan tol menuju bandara, menjadi perhatian utama.

"Persiapan kita sudah presentasikan kondisi saat low, menengah, dan padat, terutama untuk tanggal 23 Desember nanti," tambahnya.

Baca Juga: Klub Malam Ilegal Valhalla Milik Ivan Sugianto Jadi Sorotan Usai Kasus Intimidasi Murid SMA

Selain itu, berbagai upaya juga dilakukan untuk memperbaiki akses dan kenyamanan di sekitar bandara.

Salah satunya adalah perluasan pintu masuk tol gate dari yang sebelumnya hanya empat jalur kini menjadi delapan jalur.

"Sekarang semua pintu masuk tol gate sudah luas, khusus untuk besar keluar masuk," jelas Ahmad.

Baca Juga: Kronologi Penemuan Mayat di Benoa, Sempat Hilang Seminggu, Petunjuk Pemangku Berandil Besar

Di antara program lainnya, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) juga dilakukan untuk memisahkan penumpang dari kendaraan di area bandara, serta perluasan area parkir dan jalan di sekitar tol gate untuk memudahkan manuver kendaraan.

"Kami juga melaksanakan beautifikasi atau re-desain traffic di area masuk dan keluar bandara," ujarnya.

Program lain yang tak kalah penting adalah penertiban kendaraan "Grandong" atau taksi yang tak terdaftar yang sering viral di media sosial.

Baca Juga: Kunjungan Pasien RSUD Bangli Naik Signifikan, Pendapatan Ikut Terdongkrak

Ahmad menjelaskan bahwa tim gabungan telah dibentuk bersama pihak TNI AU dan kepolisian untuk menjaga ketertiban.

"Kita tidak mengusir, tapi menertibkan. Ini untuk memberikan pengertian bahwa ada wadah resmi jika ingin berusaha," jelasnya.

Razia gabungan juga akan dilakukan untuk memastikan ketertiban.

Baca Juga: Perkuat Kerukunan, Kemenag Gianyar dan FKUB Gelar Koordinasi Lintas Agama

Untuk memperkuat keamanan, Bandara Ngurah Rai juga mendirikan posko khusus kepolisian dan TNI, serta menyediakan tempat istirahat bagi petugas.

"Posko ini dibuat agar petugas tetap siaga dan nyaman saat bertugas di lapangan," katanya.

Ahmad juga menambahkan bahwa akses khusus sedang dipersiapkan untuk kendaraan berlangganan seperti taksi dan Grab agar penumpang memiliki pilihan lokasi penjemputan yang lebih teratur.

Baca Juga: LPS dan Polri Gelar FGD Perkuat Upaya Penegakan Hukum Terkait Penanganan Bank

"Komitmen kami adalah memberikan pelayanan terbaik buat para penumpang dan semua pengguna bandara. Kami ingin memastikan tidak ada isu viral yang mengganggu kenyamanan di bandara," tutupnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#nataru #bali #Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai #grandong