BALIEXPRESS.ID - Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, mengungkapkan rencana renovasi gedung DPRD Bali yang akan dimulai pada tahun depan.
Proyek ini dilakukan secara bertahap untuk mencegah beban anggaran yang terlalu besar.
"Ini sudah direncanakan lama sekali, tapi belum menemui titik temu karena kita mikir bagaimana caranya merenovasi bangunan ini. Apa diubah jadi minimalis? Kasihan. Kalau direnovasi dengan perawatan yang mahalnya minta ampun, itu juga sulit. Makanya kita renovasi bertahap," ujar pria yang akrab dipanggil Dewa Jack ini saat diwawancara usai rapat terbuka di Kantor DPRD Bali, Senin (25/11).
Baca Juga: Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan; Usai Tembak AKP Ulil, AKP Dadang Coba Habisi Kapolres
Ia menjelaskan, bangunan DPRD Bali yang sudah berpuluh-puluh tahun berdiri ini memerlukan pembaruan, terutama jika dibandingkan dengan gedung pemerintahan di provinsi lain.
"Gedung-gedung lain di provinsi lain megah-megah banget. Kita masih begini. Akhirnya kita bertahap," tambahnya.
Disamping itu, jelas Dewa Jack, tarik-ulurnya renovasi dikarenakan kontraktor kesulitan menentukan biaya secara menyeluruh, sehingga tidak menemukan titik temu.
Baca Juga: GEGER! Cabup Bengkulu Kena OTT, Gunakan Seragam Polantas Saat Diamankan, Begini Kata Polisi
"Kontraktor yang mau ngambil bingung ngitungnya per meter gimana. Jadi akhirnya kita bertahap. Kalau secara utuh gedungnya enggak bisa, semuanya nih, wih berapa nilainya," katanya.
Menurut Dewa Jack, pembangunan akan dimulai pada tahun 2025.
Prioritas renovasi diberikan pada gedung rapat utama karena kondisinya yang memprihatinkan.
"Gedung utama dulu karena kan panas dan bocor. Itu yang kita prioritaskan," katanya.
Selain itu, fasilitas makan juga akan diperbaiki untuk memberikan kenyamanan.
"Ada yang makan pada berdiri, jongkok, itu enggak enak banget. Jadi kita ambil kolamnya sehingga ada meja makan. Kita makan dengan nyaman," tuturnya.
Baca Juga: Cerita Para Siswa di Sumberklampok, Biasanya Bekal Nasi Kuning, Nanti Tidak Lagi
Dewa Jack mengaku, pihaknya masih mempertimbangkan desain renovasi, apakah akan dibuat lebih minimalis atau mempertahankan elemen seni yang ada saat ini.
"Cuma kita mau pikir tuh apa gitu diminimaliskan atau biarkan seni seperti itu," tandasnya.(***)
Editor : Rika Riyanti