BALIEXPRESS.ID-Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda hampir merata di seluruh Bali pada Selasa, 10 Desember 2024.
Kejadian ini mengakibatkan sejumlah bencana seperti pohon tumbang dan senderan jebol.
Berdasarkan data yang dirangkum oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali serta BPBD kabupaten/kota se-Bali mencatat pohon tumbang 54 titik diberbagai kabupaten/kota.
Bencana pohon tumbang terbanyak terjadi di Kabupaten Karangasem yakni sebanyak 20 titik.
Bahkan dari kejadian ini, pohon tumbang menimpa sejumlah rumah, bangunan hingga sepeda motor milik warga.
Salah satu rumah warga di Banjar Dinas Tihingan Kangin, Bebandem milik I Nengah Sudar.
Sementara itu, di Kabupaten Klungkung pohon tumbang terdapat di 14 titik.
Salah satunya terjadi di areal parkir Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung.
Pohon tumbanga menimpa 1 unit mobil avanza dan 2 unit sepeda motor.
Baca Juga: WAJIB TAHU! Musim Hujan Bikin Jemuran Tak Kering? Ini 8 Tips Ampuh Cegah Bau Apek pada Cucian Anda
Sementara di Kabupaten Gianyar terdapat 1 titik pohon tumbang yang berlokasi di Monkey Forest.
Pohon pule dan pohon kresek tumbang di areal sebelah selatan Pura Prajapati obyek wisata Monkey Forest.
Adapun penyebab terjadinya pohon tumbang diduga berawal pada saat sebelum kejadian terjadi angin yang sangat kencang yang disertai dengan hujan mengguyur areal obyek wisata.
Korban yang meninggal dunia 2 (dua) orang dan luka – luka 1 (satu) orang merupakan wisatawan asing yang sedang berwisata.
Sementara itu BPBD juga mencatat pohon tumbang di Kabupaten Badung sejumlah 3 titik, Kabupaten Tabanan sejumlah 4 titik, Kabupaten Buleleng sejumlah 6 titik dan Kabupaten Jembrana sejumlah 6 titik.
Baca Juga: Anggota DPRD Bangli Dorong Pemkab Serius Tangani Serbuan Lalat di Kintamani
Sementara Kejadian senderal longsor terjadi di 1 titik di Kabupaten Tabanan.
Berdasarkan Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Dasarian I Desember 2024 dari BBMKG Wilayah III Badung, Bali sudah memasuki musim hujan.
Warga dihimbau untuk mewaspadai curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan banjir dan longsor.
Dengan semakin seringnya kejadian bencana, BPBD Provinsi Bali mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, demi mewujudkan Bali yang tangguh bencana.
Editor : Wiwin Meliana