Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bencana Alam Ancam Akses Warga Bangli, Rumpun Bambu Tumbang di Jalur Tegalalang-Tambahan Bakas

I Made Mertawan • Rabu, 11 Desember 2024 | 20:42 WIB
BPBD Bangli dan pihak terkait lain melakukan penanganan rumpun bambu di Tegalalang, Kelurahan Kawan, Bangli pada Rabu (11/12/2024).
BPBD Bangli dan pihak terkait lain melakukan penanganan rumpun bambu di Tegalalang, Kelurahan Kawan, Bangli pada Rabu (11/12/2024).

BALIEXPRESS.ID- Rumpun bambu tumbang menutup badan jalan di jalur Tegalalang, Kelurahan Kawan, Bangli, menuju Banjar Tambahan Bakas, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku sejak Selasa malam (10/12/2024).

Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras yang disertai angin kencang. Kejadian itu pun menyebabkan gangguan akses.

Bendesa Adat Tegalalang I Wayan Miarsa mengungkapkan bahwa rumpun bambu itu tumbang sekitar pukul 19.30 Wita.

Ia menjelaskan,  hujan tidak terlalu deras pada saat itu, namun anginnya yang berhembus sangat kencang.

Rumpun bambu yang berada di atas tebing tumbang menutup seluruh badan jalan dan menimpa kabel PLN.

"Tidak ada korban karena lalu lintas kebetulan sepi saat kejadian itu," ungkap Miarsa di lokasi pada Rabu (11/12/2024).

Sesaat setelah kejadian, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli segera menuju lokasi.

Upaya evakuasi tidak dapat dilakukan pada malam itu. Selain kondisi gelap, tebing tempat tumbuhnya bambu juga dinilai labil, sehingga penanganan baru bisa dilakukan Rabu pagi.

"Malam itu jalur Tegalalang-Tambahan Bakas langsung ditutup. Kami tutup sementara, pasang rambu," tegasnya.

Penutupan jalan segera dilakukan karena jalur tersebut merupakan akses vital yang biasanya ramai dilalui masyarakat.

Jalur ini menjadi rute alternatif bagi warga dari beberapa dusun di Desa Jehem, seperti Dusun Tambahan Bakas, Tambahan Tengah, Tambahan Kelod, Pasekan, dan Pembungan, yang hendak menuju Kota Bangli atau sebaliknya.

"Jadi jalur alternatif karena lebih dekat ke Kota Bangli ketimbang lewat jalur utama Tembuku," ungkap pria yang juga pegawai di Dinas PUPRPerkim Bangli itu.

Penanganan pada Rabu pagi melibatkan berbagai pihak seperti BPBD, PLN, petugas dari Dinas PU Bangli serta masyarakat setempat.

Proses evakuasi berlangsung  lebih dari satu jam. "Kami juga butuh alat berat karena rumpun bambu nyangkut di atas, rawan kalau tidak diturunkan," katanya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#angin kencang #Rumpun Bambu #bangli