Ketinggian air yang meluap ke jalan raya disertai arus yang deras membuat semua jenis kendaraan tidak dapat melintas. Bahkan antrian mengular hingga satu kilometer lebih.
Camat Seririt Ngurah Mastika menjelaskan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh tumpukan sampah dan material kayu yang menyumbat aliran sungai di bawah jembatan.
"Kemacetan berlangsung cukup lama karena banyaknya material yang menutup aliran sungai, seperti potongan kayu dan sampah. Namun, saat ini jalan sudah bisa dilalui meskipun masih terdapat lumpur," ujar Mastika pada Minggu sore.
Selain di Banjar Dinas Yeh Anakan, genangan air yang tinggi juga terjadi di Desa Sulanyah, yang selama ini dikenal sebagai wilayah langganan banjir setiap musim hujan.
"Masalah banjir di kawasan ini sudah berlangsung sejak lama dan hingga kini belum teratasi," tambah Mastika.
Hujan deras juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, salah satunya senderan RS Pratama di Desa Tangguwisia di Kecamatan Seririt yang jebol akibat tergerus air. Senderan sepanjang 4 meter tersebut tak mampu menahan volume air yang besar.
"Hingga saat ini belum ada laporan terkait kerusakan lain atau korban jiwa. Namun, kami masih terus melakukan pendataan," kata Mastika menutup keterangannya.
Sementara itu, Gede Arimbawa selaku warga yang tembok penyengkernya ikut ambrol akibat diterjang senderan RS Pratama yang jebol menyebutkan air langsung menggenangi pekarangan rumahnya.
Pasalnya, material senderan yang amblas menutup aliran kali. Kondisi ini membuat genangan yang dalamnya setinggi mata kaki. Tak hanya itu, bemper mobil AVP miliknya juga ikut terkena material.
“Terpaksa harus bersih-bersih sendiri, karena air terus masuk. Kami butuh bantuan untuk membersihkan material senderan. Sudah disampaikan juga kepada pihak RS Pratama,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi menyebut pihaknya sudah menerjunkan tim reaksi cepat untuk bertugas membersihkan sampah yang menyumbat jembatan hingga menyebabkan banjir dan kemacetan.
“Tim kami Sudah turun melakukan penanganan. Kami terus pantau,” ungkapnya.
Pihaknya pun meminta masyarakat untuk lebih waspada di tengah musim hujan yang intesitasnya kian tinggi. “Tetap waspada, karena curah hujan lumayan tinggi,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika