BALIEXPRESS.ID – Rumah Plastik Mandiri di Singaraja kini menjadi penyuplai cacahan sampah plastik untuk kebutuhan pengaspalan.
Kebutuhan sampah kresek itu pun tak sedikit. Tahun 2024 lalu sebanyak 5,6 ton sampah plastik berhasil diproduksi.
Cacahan sampah plastik dari tas kresek itu digunakan untuk campuran pembuatan aspal.
Pendiri Rumah Plastik Mandiri, Putu Eka Darmawan mengatakan, Rumah Plastik bekerja sama dengan beberapa bank sampah yang tersebar di Buleleng.
Bank sampah yang menjadi mitra rumah plastik wajib memilah dan menyetor sampah plastik yang dibutuhkan.
“Jumlahnya tergantung permintaan saja. Tapi setiap hari kami juga kumpulkan karena kebutuhannya tidak hanya diminta di Buleleng. Di kabupaten lain juga sudah ada,” ungkap Eka, Jumat, 3 Januari 2025.
Untuk di Buleleng, selain bermitra dengan bank sampah, Rumah Plastik Mandiri juga melibatkan peran Babinsa.
Para babinsa yang bertugas di setiap desa juga memungut dan memilah sampah plastik yang dibutuhkan untuk campuran aspal jalan.
“Kalau mengandalkan suplay dari bank sampah yang bermitra dengan kami, belum mencukupi. Jadi kami libatkan babinsa juga yang sasarannya lebih dengan dengan rumah tangga,” kata Eka.
Cacahan plastik dari sampah kresek itu digunakan untuk campuran aspal.
Aspal yang dicampur dengan cacahan sampah plastik itu diklaim bisa bertahan lebih lama.
Sampah plastik yang tercampur dengan aspal itu juga berfungsi sebagai perekat, sehingga permukaan aspal lebih halus dan tidak berongga.
Dengan tambahan plastik sebagai materialnya, usia jalan bisa mencapai 10 tahun.
Kerusakan yang akan ditimbulkan pun tak separah aspal hotmix pada umumnya.
Proses pembuatan jalan dengan sampah plastik ini juga hampir sama dengan proses pengaspalan jalan pada umumnya. Hanya saja lapisan aspal dicampur dengan plastik.
Pada lapisan pertama material keras aspal dicampur dengan bijih plastik atau cacahan plastik.
Kemudian diratakan di sepanjang jalan. Selanjutnya, pada lapisan kedua pun dilakukan hal yang sama.
Cacahan plastik dicampur dengan aspal cair lalu diaplikasikan di atas lapisan pertama.
Setelah itu, aspal diampar atau digilas hingga padat dan rata.
Diperkirakan 1 ton aspal membutuhkan campuran cacahan plastik sebanyak 3 kilogram.
Bila panjang jalan 1 kilometer maka dibutuhkan sekitar 1.500 ton aspal. (*)
Editor : Nyoman Suarna