Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Bertahan Hidup Putu Dicky Adi Warta; Tiga Hari Tersesat di Gunung Agung, Hanya Minum Air

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 9 Januari 2025 | 01:47 WIB
BERTAHAN : Putu Dicky Adi Warta yang selamat setelah tersesat tiga hari di Gunung Agung, saat ditemui di rumahnya Rabu (8/1/2025).
BERTAHAN : Putu Dicky Adi Warta yang selamat setelah tersesat tiga hari di Gunung Agung, saat ditemui di rumahnya Rabu (8/1/2025).

BALIEXPRESS.ID - Belum lama ini ada dua orang pendaki Gunung Agung yang dikabarkan hilang. Salah satunya adalah Putu Dicky Adi Warta, 27 yang merupakan warga Banjar Dlod Bale Agung, Desa Mengwi.

Ia bersama satu rekannya terpisah dengan rombongan, dan berhasil ditemukan tiga hari setelahnya.

Adi Warta mendaki Gunung Agung bersama empat temannya pada 24 Desember 2024 pukul 02.00 Wita. Saat itu ia memilih nanjak melalui jalur Pura Pengubengan.

Lulusan Universitas Warmadewa ini pun sempat mendaki Gunung Agung pada 1 Desember 2024 namun belum sampai ke puncak. Sehingga ia masih tertantang untuk mencapai tujuannya, seperti pendaki lainnya menuju puncak.

Bahkan dirinya sering mendaki gunung lainnya di Bali, hingga Kawah Ijen di Jawa Timur. 

“Rencananya naik Gunung Agung tektok (naik gunung tanpa menginap). Sebelumnya sudah pernah mendaki dengan pemandu tapi turun lagi sampai pos 2 karena tidak bawa jas hujan,” ujar Adi Warta saat ditemui di kediamannya, Rabu (8/1).

Ia pun menceritakan, saat turun gunung di Simpang Jodoh dirinya tersesat. Sebab saat itu ada kabut tebal dan air hujan yang turun dari gunung seperti air terjun.

Dirinya saat itu hanya ditemani Ridho, karena ketiga temannya telah turun mendahului karena tidak membawa jas hujan.

Asisten Toko Indomaret di Kabupaten Gianyar ini pun terus mencari jalan turun. Hanya saja kondisi cuaca yang tidak mendukung ia semakin tersesat. Hingga salah jalur hampir mencapai Pura Pasar Agung.

“Sebenarnya jalan turun itu sudah ada penanda arah, tapi karena cuaca jadinya terus muter-muter,” ungkapnya.

Selama tersesat, Adi Warta hanya bertahan dengan minum air. Bahkan airnya pun berasal dari sumber air yang ditemukan. Sebab perbekalan yang dibawa sudah habis di hari pertama. “Airnya saya dapat dari Gunung Agung. Sampe tanggal 27 Desember tidak makan,” sebutnya. 

Sebelum ditemukan tim SAR, ia mengaku sempat terjatuh sekitar pukul 09.00 27 Desember 2024, namun tidak mengalami cidera serius. Hanya saja rekannya mengalami patah tulang, sehingga terpaksa ditinggal untuk mencari bantuan.

“Tekad sudah bulat, hujan tidak hujan, ada kabut atau tidak, pokoknya harus sampai bawah. Dua hari lagi tidak sampai sudah dapat gelar baru,” ujarnya menceritakan dirinya bisa meninggal dunia jika tidak sampai.

Sehingga dirinya turun sendiri mencari pertolongan dan bertemu ayahnya di Pura Panggul Besi. Saat itu juga ada dua orang polisi yang bersama ayahnya. Ternyata sebelum ditemukan ayahnya juga sudah menghaturkan banten guru piduka.

“Saya sebenarnya tidak kapok mendaki lagi, tapi pasti tidak diizinkan,” tandasnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#hilang #gunung agung #minum air #bertahan #pendaki