BALIEXPRESS.ID-Anggota DPD RI Bali, Arya Wedakarna menyoroti kegiatan study tour yang masih marak diselenggarakan oleh pihak sekolah.
Pasalnya, banyak tragedi kecelakaan yang terjadi saat rombongan siswa melakukan program study tour.
Baca Juga: Keajaiban Pura Siwa di Bali: Tempat Meditasi Lintas Agama yang Sarat Aura Magis
Terbaru, tragedi maut dialami oleh bus rombongan SMK TI Global, Badung di Kota Batu, Malang.
Meski dalam hal ini, pihak sekolah SMK TI Global Badung berdalih bahwa kunjungan tersebut bukan study tour melainkan kunjungan industrial.
Terkait hal itu, AWK pun menyebut bahwa di tahun 2025 tidak akan ada program study tour di sekolah.
Pihaknya pun meminta kepada seluruh orang tua siswa baik sekolah negeri dan swasta untuk melaporkan jika ada program study tour.
“AWK minta orang tua siswa di seluruh Bali baik negeri dan swasta untuk melaporkan jika ada program studi tour demi keselamatan anak-anak,” tulisnya.
Lebih lanjut, Anggota DPD RI Bali Arya Wedakarna akan memanggil Pimpinan sekolah dan juga operator travel.
“Pimpinan SMK TI Global Badung dan operator travel mengadakan studi tour dan menyebabkan 4 orang tewas dalam kecelakaan di Malang Jawa Timur akan dipanggil,” tulis Arya Wedakarna dikutip pada Jumat (10/01/2025).
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan yang terjadi saat kunjungan industrial ini menyebabkan para siswa trauma, meski tidak ada yang terluka.
Pihak sekolah pun telah angkat bicara terkait adanya kejadian tersebut. Bahkan sekolah bakal mengevaluasi kembali kegiatan kunjungan industrial tersebut.
Kepala SMK TI Bali Global Badung, I Made Indra Aribawa mengatakan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan guru pendamping.
Seluruh bus yang mengantarkan kunjungan industrial tersebut telah diperiksa kelayakannya oleh pihak kepolisian.
Hasilnya keempat bus akan dilakukan penggantian untuk memastikan keselamatan siswa.
Baca Juga: Kunjungan Industrial Berujung Tragedi, AWK Segera Panggil Pimpinan SMK TI Global dan Operator Travel
Bahkan pihaknya menyebutkan, kepolisian akan membantu mengawal empat bus tersebut sampai ke Bali.
“Menurut info yang saya dapat, memang ada beberapa kendala dari bus, di antaranya ban, tabun bus, sehingga kepolisian menilai tidak layak. Saya bersyukur, dengan adanya pemeriksaan membuat siswa yakin akan selamat sampai kembali,” ujar Aribawa saat ditemui, Kamis (9/1).
Editor : Wiwin Meliana