Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terkendala Lahan, Pembangunan Sport Centre Klungkung Masih Wacana

I Dewa Gede Rastana • Senin, 13 Januari 2025 | 16:57 WIB
Ketua KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom
Ketua KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom

BALIEXPRESS.ID – Rencana pembangunan Sport Center di Kabupaten Klungkung masih menemui kendala utama, yakni ketersediaan lahan.

Hal ini membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klungkung tetap mengandalkan GOR Swecapura dan Lapangan Gelgel sebagai pusat kegiatan olahraga di wilayah tersebut.

Ketua KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menyampaikan bahwa pihaknya akan memaksimalkan fasilitas olahraga yang sudah ada dengan melakukan perbaikan secara bertahap. Fokus awal adalah merehabilitasi sarana dan prasarana di Lapangan Gelgel untuk mendukung kegiatan olahraga berbagai cabang olahraga (cabor).

"Saat ini kami akan melakukan renovasi fasilitas olahraga di Gelgel agar tetap optimal sebagai tempat latihan bersama," ujar Gde Anom, Minggu (12/1/2025).

Meski sudah ada wacana membangun Sport Centre di Desa Gelgel, realisasi proyek tersebut masih memerlukan tambahan lahan setidaknya 1 hektar. Selain fasilitas olahraga, area tersebut juga harus dilengkapi dengan ruang parkir yang memadai dan sarana pendukung lainnya.

"Jika Gelgel dikembangkan menjadi Sport Centre yang representatif, kami membutuhkan tambahan lahan sekitar 1 hektar. Itu untuk memastikan fasilitas bagi setiap cabor terpenuhi, termasuk parkir yang layak," jelasnya.

Dengan keterbatasan yang ada, Gde Anom menegaskan komitmen KONI Klungkung untuk terus berupaya mengembangkan olahraga di daerahnya. Salah satu target besar adalah mengulang kesuksesan Klungkung pada Porprov Bali 2008, di mana kabupaten ini berhasil menempati posisi tiga besar.

"Kami juga akan menghidupkan kembali kejuaraan olahraga antar sekolah menjelang Hari Kemerdekaan sebagai upaya menjaring bibit-bibit atlet muda, selain dari kegiatan Porsenijar," tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Gde Anom mengungkapkan rencana untuk melibatkan anggota DPRD Klungkung dalam mendukung perkembangan olahraga. Setiap anggota dewan diharapkan menjadi ayah angkat untuk masing-masing cabang olahraga (cabor) dengan memberikan hibah minimal Rp150 juta.

"Anggota dewan juga memiliki tanggung jawab untuk memajukan olahraga di Klungkung. Kami akan libatkan mereka sebagai orangtua angkat di setiap cabor," ungkapnya.

Meski masih terkendala, optimisme untuk mewujudkan kawasan olahraga yang representatif terus digaungkan oleh KONI Klungkung. Dengan sinergi antara pemerintah, KONI, dan masyarakat, diharapkan Klungkung dapat kembali bersaing di tingkat regional dalam dunia olahraga. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#olahraga #wacana #klungkung #sport center #koni