Pria kelahiran Gianyar pada 28 Juni 1975 ini memiliki karier panjang di dunia musik, baik sebagai vokalis band maupun penyanyi solo.
Lagu-lagunya yang kerap berbahasa Bali membuktikan bahwa karya lokal mampu memiliki daya tarik besar di tengah berbagai pilihan genre musik.
Perjalanan karier Jun dimulai sejak ia duduk di bangku sekolah. Ia mengungkapkan bahwa kecintaannya pada seni bermula dari kegemarannya menulis puisi.
Bahkan, saat SMA, Jun pernah meraih juara lomba membaca puisi tingkat Provinsi Bali pada tahun 1993.
"Dulu awalnya suka bikin puisi sejak SMP. Terus saya juga pernah juara membaca puisi tingkat Provinsi Bali tahun 1993 saat SMA," ujarnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di SDN 6 Tabanan, SMP di SMPN 2 Tabanan, dan SMA di Taman Pendidikan 45 Tabanan, Jun melanjutkan pendidikannya di Universitas Warmadewa jurusan Sastra Inggris.
Saat masa kuliah inilah, pria berzodiak Cancer ini mulai membentuk band bersama teman-temannya. Grup band yang awalnya bernama Fatamorgana kemudian berubah menjadi Bintang Band, di mana Jun menjabat sebagai vokalis utama.
Bintang Band menjadi awal mula Jun mengeksplorasi dunia musik lebih dalam. Pada tahun 2000-an, band ini berhasil merilis album Bajingan Eling (2004) Playboy Funky (2005) yang berisi belasan lagu populer, seperti Metunangan Ngajak Iluh, Playboy Funky, Aya Ya, Bajang Lapuk, dan Di Pantai Lovina.
Jun Bintang juga menelorkan Album Rambo Olo-Olo (2006) dan Sok USA (2007).
Semua lagu dalam album tersebut ditulis sendiri oleh Jun, mencerminkan keahliannya sebagai penulis lirik berbakat.
Selain sukses bersama band, Jun Bintang juga menorehkan prestasi sebagai penyanyi solo. Lagu-lagunya seperti Satya (2016), Kangen (2018), dan Sepi (2019) menjadi favorit para pendengarnya.
Kolaborasinya dengan Lebri Partami dalam lagu seperti Sakit dan Jodoh semakin memperkuat namanya di industri musik Bali. Selain itu, ia juga pernah berduet dengan penyanyi pop Bali lainnya, seperti Dek Ulik, Tika Pagraky, hingga Sari Nymphea.
Di balik kesibukannya bermusik, Jun juga dikenal sebagai pribadi yang mengidolakan musisi legendaris seperti Axl Rose dari Guns N’ Roses dan Kaka Slank.
Hobi Jun mengendarai motor menjadi bagian dari gaya hidupnya yang santai namun penuh semangat. Warna hitam dan merah, yang menjadi warna kesukaannya, sering terlihat dalam gaya berpakaiannya.
Dalam kehidupan pribadinya, Jun Bintang menikah dengan wanita berdarah Jepang, Ni Made Tomoko Nishida.
Pasangan ini dikaruniai dua anak, yaitu Ni Putu Mizuki Juniartha dan I Made Kenta Juniartha, yang melengkapi kebahagiaan keluarga mereka.
Meskipun jadwalnya padat, Jun selalu menyempatkan waktu untuk keluarga.
Karier Jun Bintang terus berlanjut dengan karya-karya yang relevan dan menyentuh hati. Lagu-lagunya seperti Kasmaran (2019), Posesif (2019), dan Merpati Ingkar Janji (2020) menjadi bukti bahwa ia selalu berinovasi dalam bermusik. Tidak hanya produktif, Jun juga konsisten menjaga kualitas musik yang dihasilkan.
Kini, Jun Bintang menjadi salah satu ikon musik Bali yang membanggakan. Lagu-lagunya tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi media untuk melestarikan budaya Bali melalui musik.
Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Jun Bintang terus menginspirasi generasi muda untuk berkarya dan mencintai budaya lokal. (dik)
Editor : I Putu Mardika