Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Buleleng Siaga PMK, Distan Perketat Pemantauan Ternak di Dua Desa

Wiwin Meliana • Jumat, 17 Januari 2025 | 15:35 WIB

Pemeriksaan terhadap sapi-sapi untuk mengetahui adanya gejala yang berkaitan dengan PMK.
Pemeriksaan terhadap sapi-sapi untuk mengetahui adanya gejala yang berkaitan dengan PMK.

BALIEXPRESS.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng kini tengah waspada terhadap kemungkinan kembali munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Bali utara.

Berdasarkan pemantauan Dinas Pertanian (Distan) Buleleng, beberapa sapi di daerah tersebut telah menunjukkan gejala yang mengarah pada penyakit menular ini.

Baca Juga: Sidang Perdana Agus Buntung; Ngaku Dibully Warga Binaan Hingga Ibu Pingsan Usai Sidang

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, mengungkapkan bahwa meskipun hasil pemeriksaan terhadap sapi yang menunjukkan tanda-tanda PMK menunjukkan hasil negatif dari BBVet, pihaknya tetap melakukan langkah pencegahan.

 Distan Buleleng pun telah melakukan sosialisasi dan memberikan aplikasi EM4, serta mengedarkan obat-obatan yang dapat dicampurkan ke pakan ternak atau disemprotkan langsung ke tubuh hewan.

Baca Juga: Dua Turis India Jadi Korban Penjambretan di Air Terjun Tegenungan, Pelaku Diduga Bule Gunakan Mobil Tanpa Plat

Langkah ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit jika PMK benar-benar muncul.

”Saya pikir PMK belum menyebar. Saat ini kami sosialisasikan obat di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt dan Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Agar obat ini dicampurkan dengan pakan ternak, atau disemprot langsung ke badan hewan,” ujarnya dikonfirmasi via sambungan telepon pada Kamis (16/1) siang.

Buleleng, yang memiliki populasi ternak cukup besar dengan 70.506 ekor sapi, 75 ekor kerbau, dan 22.504 ekor kambing, kini memiliki 3.250 vial vaksin PMK yang sudah disalurkan ke masing-masing Puskeswan (Puskesmas Hewan) untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Kisah Panas Konflik Nikita Mirzani dan Putrinya: Pengakuan Mami Eda yang Mengejutkan, Ada Hubungan Intim antara Mantan Pacar Ibu dengan Lolly

Vaksinasi difokuskan di Desa Lokapaksa dan Pejarakan, dua desa yang menunjukkan tanda-tanda sapi sakit dan melakukan aktivitas pemotongan ternak.

Selain itu, Distan Buleleng mengimbau peternak sapi, kerbau, dan kambing untuk lebih intensif dalam mengelola ternak mereka, termasuk menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan, karena PMK rentan menyerang ternak yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah akibat kondisi sanitasi yang buruk.

Perubahan iklim juga menjadi faktor yang turut mempengaruhi penularan penyakit ini.

Baca Juga: Sakralnya Tari Janger Maborbor di Bali: Atraksi Api, Trance, dan Pesan dari Alam Gaib di Bangli

Dengan langkah-langkah preventif yang telah dilakukan, Pemkab Buleleng berharap wabah PMK tidak kembali mengganggu sektor peternakan di Bali utara dan dapat ditangani dengan cepat jika terjadi.

 

Editor : Wiwin Meliana
#penyakit mulut dan kaki #vaksin #dinas pertanian #pemkab buleleng