Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

UPDATE! Korban Keempat Longsor di Desa Pikat Ditemukan Tertimbun Pohon Kakao

I Dewa Gede Rastana • Senin, 20 Januari 2025 | 15:50 WIB
Proses evakuasi korban keempat longsor di Desa Pikat.
Proses evakuasi korban keempat longsor di Desa Pikat.

BALIEXPRESS.ID – Satu lagi korban longsor di Dusun Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, berhasil ditemukan pada Senin (20/1/2025) pagi.

Korban bernama Nengah Merta Yasa, warga Banjar Timbul, Dusun Sukahati, Desa Pesinggahan, ditemukan petugas Basarnas Bali bersama BPBD Klungkung tertimbun pohon kakao yang ikut longsor.

Longsor ini terjadi akibat tebing Bukit Mucung runtuh sehingga sebuah batu besar ikut menggelinding, Minggu petang (19/1/2025).

Upaya pencarian korban sempat dihentikan pada Minggu malam karena kondisi cuaca yang buruk dan situasi gelap. Pencarian dilanjutkan Senin pagi, dan korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WITA.

“Korban sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Klungkung,” kata Kepala Dusun Cempaka, Komang Pasek Ariawan.

Sementara itu, tiga korban meninggal lainnya, yakni Wayan Nata asal Banjar Klodan Desa Pesinggahan, Wayan Mudiana asal Desa Pesinggahan, dan Ketut Surata asal Dusun Glogor, Desa Pikat, telah ditemukan lebih awal setelah kejadian.

Ditambahkan oleh Pasek Ariawan pasca musibah ini terjadi prajuru adat dan tokoh masyarakat akan menggelar paruman untuk menentukan langkah adat yang diperlukan. “Biasanya ada upacara pecaruan yang dilakukan oleh pemilik lahan. Namun, itu masih akan dibahas dalam paruman,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa peristiwa tanah longsor terjadi di Banjar Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, Minggu (19/1/2025).

Diduga longsor dan batu besar itu jatuh akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Pikat dan sekitarnya sejak Minggu sore.

Batu besar itu menggelinding dan menimpa bangunan Wantilan Pasraman milik Jro Putu Wiranata. Naas di wantilan tersebut terdapat delapan orang warga yang datang ke TKP untuk melakukan kegiatan spiritual.

Baca Juga: Tasya Farasya: Ikon Kecantikan Indonesia yang Inspiratif untuk Berani Mengekspresi Diri

Akibatnya empat orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka.

Adapun identitas korban meninggal dunia diantaranya I Wayan Nata, I Nengah Mertayasa, I Wayan Mudiana asal Desa Pesinggahan dan I Ketut Surata asal Desa Pikat.

Untuk korban luka ringan diantaranya I Ketut Mumbul, dan I Gede Aswin asal Sading, Badung, serta I Wayan Kicen asal Desa Pesinggahan.

Dan korban luka berat atas nama I Gusti Made Ariasa asal Beringkit, Badung yang mengalami patah kaki, tangan dan tulang punggung.

Para korban luka-luka saat ini tengah mendapatkan penanganan medis di IGD RSUD Klungkung.

Menurut salah seorang sumber di TKP yang enggan disebutkan namanya, batu besar yang longsor memiliki diameter cukup besar yakni sekitar 5 meter. "Saat itu sedang hujan deras disertai angin kencang," ujar sumber. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#ditemukan #korban #pohon kakao #longsor