Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nasib Proyek Strategis Nasional di Bali 2025, Bandara Keluar, Tol dan Pengelolaan Sampah Tetap Masuk

Rika Riyanti • Rabu, 22 Januari 2025 | 01:44 WIB

OPTIMALKAN: I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, Lemhanas akan melakukan kajian mendalam mengenai potensi laut Bali untuk menyerap emisi karbon.
OPTIMALKAN: I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, Lemhanas akan melakukan kajian mendalam mengenai potensi laut Bali untuk menyerap emisi karbon.

 

 

BALIEXPRESS.ID – Kepala Bappeda Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra, memastikan bahwa Bali tetap mendapatkan dukungan dari pusat untuk sejumlah proyek meskipun tidak semuanya termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurut Wiasthana, PSN merupakan penanda prioritas penyelesaian proyek yang strategis bagi nasional, namun tidak masuk PSN bukan berarti proyek tersebut tidak penting atau tidak mendapat dukungan pemerintah pusat.

“PSN itu hanya prioritas penyelesaian utama, namanya proyek strategis nasional, tidak masuk PSN pun tidak apa-apa. Artinya, di luar PSN pasti ada program yang didukung prioritas oleh pusat, tidak harus masuk PSN. PSN itu hanya menandakan bahwa ini strategis bagi nasional,” jelas Wiasthana belum lama ini.

Baca Juga: Mulai Februari 2025, Pemprov Bali Larang Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Instansi dan Sekolah, Wajib Pakai Tumbler

Ia juga menyebutkan bahwa dari beberapa proyek di Bali, pengelolaan sampah masih masuk dalam PSN.

Sementara itu, proyek bandara di Bali keluar dari daftar PSN, sedangkan proyek jalan tol tetap masuk dalam daftar tersebut.

Bahkan, tambah dia, pembangunan bandara di Bali pun sebetulnya hanya isu politik.

Baca Juga: Puting Beliung Terjang Jembrana: Puluhan Rumah Rusak, Pohon Tumbang Halangi Jalan Utama

Yang mana, belum masuk ke kajian teknis.

“Mangkin ada isu pembangunan bandara, itu kan (isu) politik, belum kajian, itu politik,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Wiasthana menegaskan bahwa status proyek yang tidak masuk PSN tidak mempengaruhi pembagian anggaran.

Baca Juga: Tempat Suci Umat Hindu Bali Satu Ini Memiliki Keunikan yang Sulit Dijelaskan tapi Ditaati: Wanita Dilarang Masuk ke Utama Mandala

Ia mencontohkan bahwa proyek infrastruktur pusat memiliki mekanisme pembagian anggaran yang jelas antara APBN, APBD, maupun investasi swasta.

“Tidak ada mempengaruhi, jadi di proyek infrastruktur pusat itu ada pembagian anggaran, yang mana APBN, yang mana sharing APBD, sudah ada. Yang dari swasta pun bisa masuk APBN,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa Bali menghadapi tantangan dari sisi anggaran daerah.

Baca Juga: Pura Ratu Nyoman Sakti Pengadangan di Denpasar, Bali: Tempat Mohon Taksu dan Kesembuhan serta Kisah Keajaibannya

Total APBD Bali hanya sekitar Rp 30 triliun, jauh lebih kecil dibandingkan dengan APBD DKI Jakarta sebesar Rp 88 triliun atau provinsi di Jawa yang rata-rata mencapai Rp 60 triliun.

“Mudah-mudahan dengan program yang tepat, isu ini kita jawab pelan-pelan,” kata Wiasthana.

Dalam kesempatan tersebut, Wiasthana juga menyampaikan harapan terkait beberapa proyek ekonomi di Bali, salah satunya Turyapada Tower.

Baca Juga: Kronologi Pria Terbawa Kapal ke Ambon, Menangis Histeris hingga Viral di Media Sosial: Lucu tapi Kasihan!

Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian di wilayah tengah Bali dan mendukung pertumbuhan UMKM di sekitar lokasi tersebut.

“Sumber-sumber ekonomi seperti Tower Turyapada sudah mau beroperasi, mudah-mudahan tumbuh ekonomi di wilayah tengah, tumbuh UMKM kita di situ. Jadi sudah kita upayakan. Sekarang tinggal mengakselerasinya,” jelasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #bandara #Program Strategi Nasional #sampah