Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Diduga Diskriminatif, Loker di Bali Pasang Kriteria Non Agama Hindu, Begini Tanggapan AWK

Wiwin Meliana • Jumat, 24 Januari 2025 | 14:43 WIB

Viral lowongan kerja di Bali yang diduga diskriminatif terhadap Agama Hindu
Viral lowongan kerja di Bali yang diduga diskriminatif terhadap Agama Hindu

BALIEXPRESS.ID-Media sosial dibuat heboh dengan lowongan pekerjaan yang dibuat oleh grup Facebook Asosiasi Professional IT Bali (Prof-IT Bali).

Pasalnya lowongan yang dibuat terkesan dikriminatif terhadap masyarakat yang beragama Hindu.

Baca Juga: Judi Online: Ancaman Psikologis dan Sosial bagi Generasi Muda

Dalam lowongan pekerjaan tersebut, disebutkan bahwa perusahaan tersebut mencari dua orang kandidat yang masing-masing akan menempati posisi IT Coordinator dan Tim monitoring CCTV.

Namun yang menjadi persoalan adalah kriteria yang dicantumkan pada posisi IT Coordinator yang diharuskan beragama non Hindu.

“Pagi ada punya recoment gak, 1 IT Coordinator untuk di luar agama Hindu ya, 1 Tim Monitorin cctv yang bisa IT sedikit trus paling utama bisa menganalisis kejadian buat laporan,” tulis lowongan pekerjaan yang ditulis oleh LB Resort Arya Sumerastha.

Baca Juga: Profil dan Kontroversi I Made Edi Wirawan: Drama Politik dari Wakil Bupati Tabanan hingga Pemecatan oleh PDIP

Lowongan pekerjaan yang terkesan diskriminatif ini pun mendapat tanggapan dari senator Arya Wedakarna (AWK).

Melalui akun media sosialnya, AWK pun mengunggah pengaduan warganet terkait lowongan tersebut.

“Ade-ade gen jeleme buat masalah di Bali,” tulis AWK dikutip pada Jumat (24/01/2025).

Lebih lanjut, AWK mengungkap bahwa tidak etis bagi pembuat lowongan di Bali namun justru diskriminatif terhadap Agama Hindu.

Meski ada ketentuan yang mengharuskan pekerja merupakan non Hindu, seharusnya tak perlu diungkap ke publik dan bisa diseleksi secara internal.

Baca Juga: Pemerintah Perkuat Komitmen Menuju Indonesia Bebas Narkoba

“Kenapa tidak diseleksi internal saja,” ungkapnya.

“Secara UU ini sudah melanggar Pancasila, ngiring semeton mulat sarira,” pungkasnya.

Sontak saja, unggahan tersebut mendapat beragam tanggapan warganet di media sosial.

“Hadeh,, bisa difilter secara internal, tidak perlu dipublikasikan begitu, kesannya malah aneh dan diskriminatif. Emang apa yang mau ditunjukkan dan dipamerkan?” tulis akun @johangila.

“Saya sebagai pekerja bidang IT merasa ini sangat pelecehan bagi kami Jik, mohon datangi resortnya serta cek jumlah warga lokal Hindu yang bekerjja di sana,” tulis akun @agungwhyusatria.

Baca Juga: Program MBG: Kolaborasi Pengusaha dan Pemerintah Perkuat Ekonomi Nasional

“Apakah mungkin dicari staf Non Hindu sebagai tandom dari IT yang sudah ada yang beragama Hindu dengan tujuan untuk mengcover pekerjaan ketika yang beragama Hindu sedang ada upacara atau urusan adat? Saya kira perlu juga melihat kemungkinan ini,” tulis akun @the.warung.168.

Editor : Wiwin Meliana
#diskriminatif #agama Hindu #AWK #lowongan pekerjaan