BALIEXPRESS.ID-Yayasan Jaringan Hindu Nusantara (YJHN) menanggapi video klarifikasi dan permintaan maaf pemuda sembahyang dengan Foto Kwangen yang sempat viral.
Atas video klarifikasi tersebut, YJHN mengaku bersedia memaafkan perbuatan ketiga pemuda yang ada dalam video.
Baca Juga: Pemuda Viral Sembahyang dengan Foto Kwangen Minta Maaf, Akui Tidak Berniat Lecehkan Agama
Namun pihaknya berharap proses hukum masih terus berjalan.
YJHN yang sempat melaporkan dugaan pelecehan agama ke Polda Bali pun akan mencabut laporannya.
Hal ini lantaran lokus kejadian berada di Kecamatan Sungai Loban, Kalimantan Selatan.
Baca Juga: KLARIFIKASI! Soal Pemuda Sembahyang dengan Foto Kwangen, PHDI Sungai Loban Buka Suara
“Sebagai saksi pelapor menerima permintaan maafnya, aan tetapi proses hukum supaya tetap dilanjutkan dan kami serahkan prosesnya kepada umat di Kalsel karena lokusnya di sana,” tulis Ketua YJHN, Nyoman Kantha Adnyana melalui media sosialnya, dikutif pada Selasa (28/01/2025).
Pihaknya memilih tidak melanjutkan laporan tersebut karena lokus kejadian yang berada di luar Bali.
Sebagai saksi pelapor, pihaknya tentu akan dipanggil ke Kalimantan Selatan dan akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Untuk kepentingan tersebut laporan di Polda kami cabut dan kami serahkan kepada Umat hindu di Kalsel,” jelasnya.
Baca Juga: Ternyata Ini Manfaat Pelaksanaan Brata Malam Siwaratri
Pihaknya pun mendorong agar PHDI Sungai Loban agar menempuh Langkah-langkah hukum agar memberi efek jera bagi pelaku.
Sebelumnya, usai video sembahyang menggunakan foto Kwangen viral, pengunggah dan pemuda yang berada di dalamnya pun memberi klarifikasi.
Dalam klarifikasinya melalui akun PHDI Kecamatan Sungai Loban, lokasi kejadian dugaan pelecehan tersebut terjadi di sebuah pura di Kalimatan Selatan.
Ketiga pemuda tersebut akhirnya meminta maaf atas video yang melukai hati banyak umat Hindu tersebut.
Salah satu pemuda yang terlibat dalam video viral tersebut, I Gusti Nyoman Giriadi memohon maaf sebesar-besarnya kepada tokoh masyarakat Umat Hindu yang ada di Nusantara.
Editor : Wiwin Meliana