SINGARAJA, BALI EXPRESS – Sebanyak 14 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja melanjutkan program sekolah Kejar Paket A, B, dan C untuk semester genap. Program ini resmi dimulai pada Jumat (31/01) di Aula Nusantara Lapas Singaraja.
Program ini bertujuan memberikan kesempatan bagi WBP yang sebelumnya putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan mereka hingga memperoleh ijazah yang setara dengan pendidikan formal. Dengan adanya program ini, diharapkan para WBP dapat memiliki bekal pendidikan yang lebih baik untuk kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Program kesetaraan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lapas Singaraja dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng melalui Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Kabupaten Buleleng. Program ini telah berjalan secara berkelanjutan dan terus memberikan dampak positif bagi para peserta didik di dalam lapas.
Kepala Lapas Singaraja, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra, menyatakan bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap warga negara, termasuk warga binaan. Ia berharap program ini dapat menjadi motivasi bagi para WBP untuk terus menimba ilmu dan mengembangkan diri.
“Dengan adanya program ini, diharapkan menjadi bagian dari kegiatan pembinaan bagi warga binaan dalam Lapas Singaraja, di mana pendidikan dapat menjadi bekal penting untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Warga Binaan Peringati Isra Mi’raj 1446 H di Lapas Kelas IIB Singaraja
Sementara itu, Kepala Sekolah SPNF-SKB Kabupaten Buleleng, Nyoman Cahyadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan program kesetaraan untuk semester II tahun ajaran 2024/2025 masih berjalan dengan sistem yang sama seperti tahun sebelumnya.
Para peserta didik akan mengikuti pembelajaran sesuai jenjang yang mereka pilih, dan bagi yang berada di kelas akhir akan berproses untuk mengikuti ujian kesetaraan.
“Bagi WBP yang tergabung di kelas akhir baik itu Paket A, B, maupun C akan berproses untuk mengikuti ujian kesetaraan guna memperoleh ijazah resmi,” jelasnya.
Terkait dengan program pemerintah “Makan Bergizi Gratis,” Cahyadi mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih belum menerima informasi resmi mengenai implementasi program tersebut di lingkungan Lapas Singaraja. Pihak lembaga masih menunggu arahan lebih lanjut dari instansi terkait terkait mekanisme pelaksanaannya. ***
Editor : Dian Suryantini