BALIEXPPRES.ID- Kasus Atlas Beach Club yang menampilkan visual Dewa Siwa di tengah pemutaran musik DJ telah berbuntut panjang.
Bahkan, aksi tersebut berujung pada desakan penutupan night clubnya.
Terkait hal itu, Ketua Komisi II DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih pun ikut berkomentar.
Menurut pria yang akrab disapa Ajus Linggih itu, agama merupakan hubungan manusia dengan Tuhan.
Jangan sampai manusia menghakimi orang lain dengan alasan agama.
“Tapi ternyata isu ini berkembang terlalu jauh,” jelas Ajus Linggih melalui media sosialnya dikutip pada Senin (10/02/2025).
Lebih lanjut, pihaknya mengakui setuju terhadap pemberian sanksi berupa teguran kepada menajemen, akan tetapi jika sanksinya sampai menutup Beach club dirasa terlalu berlebihan.
Hal ini lantaran, perusahaanya sudah meminta maaf secara terbuka.
Kemudian perusahaan sudah bersedia menggelar upacara guru piduka sebagai permintaan maaf secara niskala.
Dan terakhir banyak masyarakat Hindu Bali yang menggantungkan hidup dengan bekerja di Atlas Beach Club.
“Jadi apalagi yang mau diperpanjang, harapannya masyarakat Bali jangan kemakan sama isu ini, tentu kita harus menjaga budaya kita namun jangan juga berlebihan,” pungkasnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sepatu Sepak Bola Nike Terbaik, Melangkah Lebih Stabil dan Cengkraman yang Kuat
Beberapa masyarakat berkomentar mengenai postingan @ajuslinggih yang terdapat pro dan kontra antara lain dari akun @wulankartikamanuaba “kalau menurut saya sih wajar ditutup biar jadi Pelajaran karena sebelum berbuat harus berpikir. Nanti setelah dia minta maaf ya terserah kalau untung dibuka kalau tidak ya udah. Bukan masalah vendor dan pekerjaan, kasihan dong nyatanya merendahkan agama mu tapi kamu mencari makan disana kamu diam”.
Dan akun @angelinagiovanny “Setuju pak, bukan Cuma umat Hindu yang berkerja di sana, umat umat lain yang kerja jadi vendornya juga kasian omsetnya turun.
Editor : Wiwin Meliana