Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tiga Pendeman Pelinggih di Gianyar Dibongkar Maling, Diduga Ini yang Diincar

Nyoman Suarna • Minggu, 16 Februari 2025 | 23:53 WIB
POLISI GELAR OLAH TKP: Polisi menyelidiki lokasi pendeman yang dibobol pencuri di Pura Desa Temesi, Gianyar pada Sabtu (15/2/2025).
POLISI GELAR OLAH TKP: Polisi menyelidiki lokasi pendeman yang dibobol pencuri di Pura Desa Temesi, Gianyar pada Sabtu (15/2/2025).

BALIEXPRESS.ID - Aksi pencurian kembali menyasar tempat suci di Bali.

Kali ini, tiga pelinggih di Pura Desa Temesi, Banjar Peteluan, Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, menjadi target.

Bagian belakang pendeman di jaba tengah pura dikeruk oleh pelaku, diduga untuk mencari batu permata atau logam bernilai tinggi.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh juru sapuh (petugas kebersihan) pura pada Jumat (14/2/2025) saat melakukan tugasnya.

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada jero mangku setempat, sebelum akhirnya diteruskan ke Polsek Gianyar pada Sabtu (15/2/2025).

Mendapat laporan, tim Polsek Gianyar yang dipimpin oleh Kepala SPKT Aiptu I Nengah Widana bersama piket fungsi langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, di antaranya I Nyoman Suweda (60), juru sapuh yang pertama kali menemukan kejadian.

Kemudian Jero Mangku Pande Putu Arigangga (50), pemangku pura yang menerima laporan awal. Dan I Ketut Puspa (54), PNS asal Banjar Peteluan yang sempat merekam kondisi di lokasi.

Dari keterangan saksi, kejadian ini diketahui saat warga hendak nunas tirta di pura.

Juru sapuh melihat tiga pendeman pelinggih telah dibongkar, lalu melaporkannya kepada jero mangku.

Atas perintah jero mangku, pendeman yang rusak sempat dikubur kembali, sebelum akhirnya kejadian ini diteruskan ke Bandesa Adat Temesi, Bhabinkamtibmas, hingga ke pihak kepolisian.

Hasil olah TKP menunjukkan bahwa tiga pelinggih yang dibongkar berada di area jaba tengah, yakni pelinggih Apit Lawang bagian kanan, pelinggih Pengayengan Bhatara Basuki, pelinggih pengiring Pengayengan Bhatara Basuki.

Meski tidak ada benda yang hilang, jero mangku menyebut kejadian ini tetap menimbulkan kerugian materiil yang belum bisa diperkirakan.

Warga pengempon pun berencana menggelar upacara khusus untuk meruwat pura pasca-insiden ini.

Kapolsek Gianyar Kompol Nyoman Sukadana membenarkan peristiwa ini dan menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sebagai langkah pencegahan, Bhabinkamtibmas Aipda Ngakan Gede Sukrayana bersama Babinsa Desa Temesi Sertu I Wayan Suardika mengimbau warga agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

"Minimnya pengawasan dan sistem keamanan di Pura Puseh Desa Temesi bisa menjadi celah bagi pelaku kejahatan," ujar mereka.

Pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar area pura demi mencegah kejadian serupa terulang.

Editor : Nyoman Suarna
#gianyar #pelinggih #maling #dibongkar #INCAR #pendeman