Baliho berlatar gambar pasangan Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, dan Wakil Bupati Gede Supriatna, SH, ini menarik perhatian para pengendara yang melintas di simpang empat Jalan Pramuka-Ngurah Rai, Singaraja.
Keunikan pesan dalam baliho ini bahkan membuat salah seorang pengendara mobil yang sedang melintas di kawasan tersebut lupa jika lampu merah telah berubah menjadi hijau.
Akibatnya, pengendara lain yang berada di belakangnya secara spontan membunyikan klakson, meminta agar kendaraan di depannya segera melaju.
Kejadian ini menjadi bukti bahwa baliho tersebut benar-benar menarik perhatian dan membangun rasa penasaran masyarakat.
Putu Wirya Rahjasa, pemilik Traffic Digital Print, mengungkapkan bahwa baliho tersebut telah dipasang di tiga lokasi strategis di Buleleng.
Selain di simpang empat Pramuka-Ngurah Rai, dua baliho lainnya terpasang di ruas jalan menuju Dasong, tepatnya di Pasar Pancasari, serta di depan jalan masuk Undiksha, sebelah timur Gedung Kesenian Gde Manik.
“Kami memasang baliho ini atas pesanan masyarakat, tetapi mohon maaf, identitas pemesan tidak bisa kami sampaikan,” ujar pria yang akrab disapa Tuwir itu.
Ia menambahkan bahwa pesanan baliho ini cukup mengejutkan karena menggunakan kalimat yang menarik dan penuh makna.
Tuwir mengungkapkan bahwa baliho ini dipesan sebelum pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng.
Pemesan meminta agar baliho dipasang selama satu bulan, dengan pemasangan tepat pada 20 Februari 2025, bertepatan dengan pelantikan Sutjidra-Supriatna oleh Presiden Prabowo di Jakarta.
“Jujur, antara berani atau tidak memasang baliho ini. Namun, kami akhirnya memutuskan untuk memasangnya. Kami menduga pemesan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan pasangan Sutjidra-Supriatna,” katanya seraya bercanda.
Menurutnya, kalimat dalam baliho ini menyiratkan kepercayaan serta harapan besar masyarakat terhadap kepemimpinan Sutjidra-Supriatna.
Pesan ini bukan sekadar slogan biasa, melainkan bentuk dukungan dan harapan agar pemimpin yang baru dilantik benar-benar serius bekerja untuk kemajuan Buleleng.
“Jika diartikan, ‘Pak Dok jak Pak De jani suba melantik’ berarti Pak Dok (Sutjidra) dan Pak De (Supriatna) sudah resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. ‘Selegang megae’ artinya serius bekerja, dan ‘De cande!!!’ bermakna jangan bercanda dalam membangun Buleleng,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pesan dalam baliho ini seolah menjadi representasi harapan masyarakat agar kepemimpinan Sutjidra-Supriatna mampu membawa perubahan nyata bagi Buleleng.
Keberadaan baliho ini pun sukses menarik perhatian publik, tidak hanya sebagai media komunikasi, tetapi juga sebagai simbol aspirasi masyarakat.
“Intinya, masyarakat menaruh kepercayaan besar kepada Sutjidra-Supriatna dan berharap mereka dapat memajukan Buleleng dengan kerja nyata. Semoga pesan dalam baliho ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan kerja keras dan dedikasi,” pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika