BALIEXPRESS.ID – Menghadapi tantangan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Klungkung terus menggodok strategi kebijakan pengelolaan keuangan daerah.
Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra usai memimpin pertemuan penting membahas langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyoroti sejumlah hal.
Salah satu fokus utama adalah diversifikasi sumber pendapatan daerah, khususnya dari sektor-sektor unggulan seperti pariwisata, retribusi, dan pajak daerah.
Usai rapat, Bupati Made Satria mengungkapkan masih banyak pos pendapatan yang belum digarap secara maksimal. Ia mencontohkan, sektor retribusi parkir, perizinan kendaraan pariwisata, dan pajak kendaraan bermotor sebagai beberapa sektor yang memiliki potensi besar namun belum memberikan kontribusi optimal.
“Untuk retribusi parkir, masih banyak kebocoran yang terjadi. Kami akan maksimalkan penggunaan tollgate atau pos pungutan untuk menekan kebocoran tersebut,” jelas Bupati asal Nusa Penida itu.
Ia juga menyoroti banyaknya kendaraan pariwisata di Nusa Penida yang belum mengantongi izin trayek. “Hampir 98 persen kendaraan wisata di Nusa Penida belum memiliki izin trayek. Padahal, aktivitas pariwisata di sana berkembang sangat pesat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Klungkung berencana melakukan sosialisasi sebelum menerapkan kebijakan wajib izin trayek bagi kendaraan wisata. Sosialisasi ini dimaksudkan agar para pengelola dan sopir angkutan wisata memahami maksud dan tujuan kebijakan tersebut.
“Jangan sampai mereka kaget saat aturan diberlakukan. Kita akan jelaskan sasarannya, tujuannya, dan bagaimana kebijakan ini akan dijalankan. Yang penting adalah komunikasi yang baik agar mereka siap,” tegas Bupati Satria.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana