Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster Soal Kasus Bunuh Diri Berulang di Jembatan Tukad Bangkung

I Putu Suyatra • Selasa, 8 April 2025 | 01:18 WIB

JALAN NISKALA: Gubernur Bali, Wayan Koster. Ia menganjurkan Pemkab Badung menempuh jalur skala dan niskala guna mencegah peristiwa ulah pati di Tukad Bangkung. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)
JALAN NISKALA: Gubernur Bali, Wayan Koster. Ia menganjurkan Pemkab Badung menempuh jalur skala dan niskala guna mencegah peristiwa ulah pati di Tukad Bangkung. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)

BALIEXPRESS.ID - Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan beberapa solusi terkait kasus bunuh diri berulang di Jembatan Tukad Bangkung, Kabupaten Badung. Seperti apa?

Jembatan Tukad Bangkung, mahakarya arsitektur yang membentang di Kabupaten Badung, Bali, kembali menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan. 

Aksi ulah pati atau bunuh diri kembali terjadi, menambah daftar panjang nyawa yang melayang di lokasi yang sama.

Baca Juga: Amor ing Acintya! Pelajar Tewas Kecelakaan di Jalan Raya Singaraja – Gerokgak: Diduga Sopir Pikap Jadi Pemicunya

Fenomena yang berulang ini sontak memantik keprihatinan mendalam dari Gubernur Bali, Wayan Koster, yang kini mendesak adanya solusi komprehensif dan tindakan nyata untuk menghentikan lingkaran kelam ini.

Kegeraman dan kesedihan Koster atas berulangnya tragedi di Jembatan Tukad Bangkung sangat terasa.

Ia menegaskan akan segera berkoordinasi intensif dengan Bupati Badung untuk merumuskan langkah-langkah solutif yang tidak hanya bersifat sementara, namun mampu mengatasi akar permasalahan secara menyeluruh.

Baca Juga: Ini Strategi Bupati Satria Gali Potensi PAD yang Belum Optimal Ditengah Tantangan Efisiensi Anggaran

"Fenomena ulah pati memang bukan hal baru di Bali, namun konsentrasi kejadian di Jembatan Tukad Bangkung ini sangat meresahkan," ujar Gubernur Koster, menyoroti betapa pentingnya tindakan cepat dan terukur.

Langkah konkret pun mulai diungkapkan.

Gubernur Koster menekankan perlunya penanganan secara skala (fisik dan nyata) untuk meminimalisir potensi jembatan ini kembali menjadi lokasi aksi nekat.

Salah satu fokus utama adalah peningkatan pengamanan di sekitar jembatan.

“Akses ke jembatan perlu diatur ulang secara ketat. Ketinggian pagar pengaman juga harus ditingkatkan secara signifikan agar tidak mudah lagi dijadikan tempat untuk melompat,” tegas Koster.

Selain itu, wacana pemasangan kamera pengawas CCTV juga dianggap sebagai langkah teknis penting untuk membantu deteksi dini dan pencegahan.

Namun, Koster mengingatkan bahwa akar permasalahan bunuh diri jauh lebih kompleks dari sekadar faktor ekonomi.

"Bukan hanya mereka yang kesulitan finansial, mereka yang tergolong mampu secara ekonomi pun bisa mengambil jalan tragis," ungkapnya, menyiratkan adanya faktor psikologis dan tekanan hidup yang turut berperan.

Sebagai bagian dari upaya penanganan yang lebih holistik, Gubernur Koster juga akan menyarankan Pemerintah Kabupaten Badung untuk segera menggelar upacara niskala (spiritual tak kasat mata) di Jembatan Tukad Bangkung.

Ia meyakini bahwa dimensi spiritual Bali yang kuat tidak bisa diabaikan dalam mencari solusi atas fenomena yang mengkhawatirkan ini.

Baca Juga: Dari Bintang Sinetron Jadi Bupati Kontroversial dan Ditegur Dedi Mulyadi: Sosok dan Jejak Karier dan 'Kabur'nya Lucky Hakim ke Jepang Saat Lebaran!

“Harus ada keseimbangan antara penanganan fisik dan batin,” tandasnya.

Tragedi terbaru yang terjadi pada Kamis (3/4/2025), di mana seorang perempuan asal Buleleng ditemukan tewas di dasar Tukad Bangkung, diduga kuat melakukan aksi bunuh diri akibat tekanan psikis yang dipicu lilitan pinjaman online (pinjol), semakin menggarisbawahi urgensi tindakan nyata.

Desakan Gubernur Koster ini menjadi harapan bagi masyarakat Bali agar tragedi serupa tidak terus berulang.

Pertanyaan kini tertuju pada langkah konkret apa saja yang akan segera diimplementasikan Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung untuk mengakhiri "jeritan" pilu yang terus menggema di Jembatan Tukad Bangkung. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#wayan koster #Kabupaten Badung #niskala #Jembatan Tukad Bangkung #bunuh diri #gubernur bali